Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Heboh dengan Penemuan Segumpal Daging

Selasa, 18 Desember 2012 21:43 WIB
Image Print

Padang Aro, (ANTARA) - Petugas dan warga yang berada di posko bencana utama Kantor Camat Koto Parik Gadang Diateh heboh dengan penemuan segumpal daging di lokasi banjir bandang Pinti kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Hamudis di Padang Aro mengatakan, berdasarkan informasi petugas yang berada di lokasi bencana di Jorong Manggih, Nagari Pakan Rabaa Timur melalui radio handie talkie (HT) menyebutkan seorang warga yang hilang akibat banjir sudah ditemukan. "Sekitar pukul 13.45 WIB kita mendapat informasi dari operator I di lokasi posko bencana di Pakan Rabaa Timur atas nama Yulius dengan memakai radio HT bahwa mayat korban hilang yaitu Sansinan (75) telah ditemukan", katanya. Setelah mendapat informasi tersebut, imbuh dia, langsung diberitahukan kepada personel yang berada di posko termasuk Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria. "Mendapat informasi ini, personel di posko kantor camat langsung bergerak menuju lokasi di Jorong Manggih Nagari Pakan Rabaa Timur sekaligus ambulans yang telah disiagakan," katanya. Namun di tengah perjalan dan hampir mendekati lokasi penemuan, sebut dia, informasi penemuan tersebut diklarifikasi ulang karena yang ditemukan ternyata bukan korban hilang tetapi segumpal daging sebesar kepalan orang dewasa yang diduga daging hewan ternak warga yang tertimbun material longsor.Terkait informasi yang tidak akurat itu, dia meminta petugas di lapangan jika menemukan sesuatu agar dipastikan terlebih dahulu sebelum disebarluaskan. "Akibat informasi yang belum pasti itu, membuat situasi panik. Untuk itu perlu dipastikan terlebih dahulu jangan hanya asal memberi informasi terutama penemuan mayat sebab hal ini akan sangat sensitif dan mendapat perhatian semua pihak," kata dia. Salah seorang relawan bencana banjir bandang, Syafirman, mengatakan, Keluarga korban mendesak tim pembersihan untuk melakukan pencarian ibunya yang hilang dekat rumahnya yang hanyut. Ia mengatakan, berdasarkan mimpi yang didapat oleh anak korban hilang tersebut ibunya Dasinan berada di bawah tumpukan material banjir bandang dekat lokasi hanyutnya. "Karena ada desakan oleh keluarga korban maka petugas pun menggali lokasi tersebut sesuai yang ditunjukkan dan menemukan segumpal daging," katanya. Karena ada penemuan daging tersebut, imbuh dia, petugas terus menggali, tetapi tidak ditemukan warga yang hilang tersebut. Menurut dia, kemungkinan informasi tersebut sampai ke posko di kantor camat karena saat penemuan daging tersebut keluarga korban langsung histeris sehingga petugas jadi salah paham. (rik/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026