Logo Header Antaranews Sumbar

Pemimpin Muslim Inggris Desak IS Bebaskan Sandera Inggris Raya

Jumat, 19 September 2014 06:44 WIB
Image Print

Moskow, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Para pemimpin Muslim dari seluruh Inggris telah mengutuk penculikan pekerja bantuan kemanusiaan Alan Henning oleh pejuang Negara Islam (IS) dan mendesak kelompok jihad itu membebaskan dia, kata surat bersama yang diterbitkan di The Independent State. "Dalam Islam, kepedulian terhadap sesama manusia dan tugas untuk membantu setiap orang adalah kewajiban agama. Siapapun yang melakukan tindakan kemanusiaan melancarkan cara untuk menerima bantuan dari surga. Sebaliknya, penculikan tidak masuk akal dan ancaman keji kepada (bapak) Henning tidak dapat dibenarkan," kata surat itu Rabu. Pernyataan yang ditandatangani oleh lebih dari seratus pemimpin Muslim Inggris dan diteruskan ke keluarga Alan Henning itu, mengutuk tidak hanya penculikan, tetapi juga eksekusi tiga sandera sebelumnya, warga AS James Foley dan Steven Sotloff , dan warga Inggris David Haines. Alan Henning telah membantu memberikan bantuan kemanusiaan ketika dia ditangkap selama pendudukan di kota IS Suriah Al-Dana pada Desember 2013. "Muslim Inggris yang bergandeng-tangan dengan sesama warga Inggris, mencela fanatisme kejahatan lebih besar yang merupakan Negara Islami. "Surat ini menunjukkan bahwa para pemimpin Muslim Inggris tidak siap untuk membiarkan orang-orang gila itu membajak agama kami," direktur Faith Forum untuk London Mustafa Bidang lain. IS, juga dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah Raya (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), telah memerangi pemerintah Suriah sejak 2012 Pada bulan Juni 2014, itu melancarkan serangan di Irak dan disita wilayah luas di kedua negara, menyatakan khalifah Islam di wilayah di bawah kendalinya. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026