
Ekonomi Filipina "Rebound" Jadi Salah Satu Terkuat di Asia

Manila, (Antara/AFP) - Perekonomian Filipina "rebound" atau berbalik naik menjadi membukukan pertumbuhan 6,4 persen pada kuartal kedua dan mendapatkan kembali statusnya sebagai salah satu yang terkuat di Asia, kata pihak berwenang Kamis. Sektor swasta memelopori sehingga ekonomi pulih dari ekspansi yang relatif moderat sebesar 5,6 persen pada kuartal pertama, sebagian disebabkan oleh dampak bencana alam, kata kepala ekonomi. "Tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi ini, terjadi dari dasar yang tinggi setahun lalu, menunjukkan bahwa ekonomi kembali pada lintasan pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Menteri Perencanaan Ekonomi Arsenio Balisacan. "Kami tetap sebagai salah satu titik terang di kawasan, ekonomi dengan pertumbuhan tercepat kedua di antara negara-negara besar Asia untuk periode tersebut, dikaitkan dengan kinerja Malaysia." Ia mengutip kinerja yang kuat dari sektor industri, jasa dan ekspor untuk banyak pemulihan, mengimbangi pengeluaran pemerintah yang lebih rendah yang sebagian karena "hambatan administratif". Angka-angka terbaru membawa pertumbuhan untuk semester pertama 2014 menjadi 6,0 persen dan mendorong optimisme bahwa negara masih akan mencapai target pertumbuhan 6,5 persen hingga 7,5 persen untuk sepanjang tahun, kata Balisacan. Ekonom independen memberikan penilaian optimis hati-hati untuk Filipina, negara berpenduduk 100 juta orang itu dalam beberapa tahun terakhir telah melihat lonjakan ekonominya setelah lama tertinggal di belakang sebagian besar tetangga di Asia. Perekonomian Filipina tumbuh 6,8 persen pada 2012 dan 7,2 persen pada 2013, tetapi ada kekhawatiran tentang keberlanjutan angka kuat tersebut. "Ini sebuah rebound yang layak tetapi masih ada tantangan ke depan," kata Johnathan Ravelas, kepala strategi pasar dari BDO Unibank, salah satu bank terbesar di negara itu. Ravelas mengutip sebagai salah satu potensi ancaman adalah rentetan badai yang melanda Filipina, terutama pada paruh kedua tahun ini, dan munculnya "kegaduhan politik" karena pemilu nasional 2016 semakin dekat. Dia juga mengatakan kepada AFP, pemerintah perlu mempercepat pengeluaran untuk mengatasi kebutuhan infrastruktur yang lebih baik dan sumber energi yang lebih dapat diandalkan. ANZ Research, dalam sebuah nasehat, mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan 6,9 persen untuk seluruh 2014, tetapi ini tergantung pada Presiden Benigno Aquino mendorong maju dengan rencana untuk meningkatkan pengeluaran pada infrastruktur. Balisacan mengatakan kepada wartawan bahwa belanja negara akan meningkat dengan segera, mengatakan "identifikasi kemacetan administrasi itu berkontribusi pada penurunan kinerja dari sektor pemerintah sedang ditangani". Dia juga mengatakan, pemerintah telah menangani keterlambatan dalam menyetujui proyek rehabilitasi bagi masyarakat yang hancur oleh Super Typhoon Haiyan, badai kuat yang pernah melanda daratan pada November tahun lalu. Badai mengakibatkan lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang di seluruh wilayah pertanian dan penangkapan ikan di Filipina tengah. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
