Logo Header Antaranews Sumbar

Kapolres: Oknum Aparat Beking "Illegal Minning"

Kamis, 21 Agustus 2014 22:31 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara) - Kapolres Solok Selatan, AKBP Nanang Putu Wardianto mengungkapkan aktivitas "illegal minning" di daerah itu di-bekingi oleh oknum aparat dari Lantamal, TNI serta polisi. "Kita sudah melakukan koordinasi dengan instansi masing-masing oknum yang diduga terlibat, sedangkan oknum polisi masih kita cari," kata Nanang di Padang Aro, Kamis. Dia mengatakan, untuk oknum Lantamal, Polres sudah melakukan koordinasi dengan Lantamal Padang serta Pomal Angkatan Laut. Sedangkan untuk TNI katanya, sudah dikoordinasikan dengan Kodim 0309 Solok untuk mereka tindak lanjuti. Informasi adanya oknum aparat yang terlibat "illegal minning" diketahui setelah dilakukan penangkapan lima unit ekskavator serta tujuh tenaga kerja asing di kawasan sungai Batang Kandih. "Dari penangkapan pada Kamis, kita dapat informasi jika ada oknum tertentu yang terlibat membekingi aktivitas "illegal minning" sehingga kita langsung lakukan koordinasi dengan instansi masing-masing oknum tersebut," katanya. Khusus untuk adanya oknum polisi yang terlibat kata dia, akan diberikan hukuman yang seberat-beratnya. "Kita sedang memburu oknum polisi yang terlibat tambang emas liar itu, jika ditemukan akan diberikan hukuman yang berat jika perlu dipecat," katanya. Dia menegaskan, jika polisi tidak main-main dalam melakukan pembersihan aktivitas "illegal minning" dan siapa pun yang terlibat akan ditindak termasuk personel polisi. Dalam operasi yang dilakukan Polres Solok Selatan sejak Rabu, berhasil menahan lima unit ekskavator walau masih satu unit yang bisa dibawa keluar serta tujuh orang pekerja asing asal Cina. Berdasarkan keterangan pengawas aktivitas tambang liar yang ditangkap tersebut Dodi, bahwa ia membenarkan adanya oknum aparat yang membekingi di lokasi. "Sebagai pihak pengaman tambang emas, ada dari oknum aparat di dalamnya," katanya. Sedangkan oknum tersebut katanya, berasal dari Padang dan selama ini ia yang mengamankan aktivitas tambang di aliran sungai Batang Kandih. (**/rik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026