Logo Header Antaranews Sumbar

Korsel Minta DK PBB Gelar Sidang Bahas Peluncuran Roket Korut

Rabu, 12 Desember 2012 12:58 WIB
Image Print

Seoul, (ANTARA/Yonhap-OANA) - Korea Selatan bersama Amerika Serikat dan Jepang telah meminta untuk diadakannya sebuah rapat Dewan Keamanan PBB guna membahas peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, kata pejabat senior Seoul. Sekitar 90 menit setelah peluncuran, Korea Utara mengumumkan suksesnya percobaan peluru kendali balistik untuk menempatkan satelit di orbit itu, yang kemudian dikutuk oleh Seoul, Washington serta sejumlah negara lain. "Atas permintaan Korsel, rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa akan digelar pada Kamis pukul 01.00 waktu Seoul," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel yang tidak disebutkan namanya. AS dan Jepang secara terpisah juga telah meminta DK PBB menggelar sidang terkait peluncuran roket Korut itu, katanya. "Kami akan membahas peluncuran roket jarak jauh Korut di Dewan Keamanan dengan tujuan guna mencapai sebuah kesepakatan untuk memperkuat sanksi terhadap Korea Utara," katanya. Sementara itu, Korea Selatan tengah mengonfirmasi laporan Korut yang mengatakan satelitnya telah berhasil memasuki orbit, tetapi perihal keberhasilan atau kegagalan itu tidak akan berdampak terhadap pertemuan PBB karena peluncuran itu sendiri jelas-jelas merupakan pelanggaran atas resolusi PBB. Seoul dan Washington telah mengingatkan tentang kemungkinan langkah yang ditempuh PBB jika Korut bersikeras meluncurkan roketnya, karena negara komunis itu masih berada di bawah sanksi atas aktifitas rudal nuklir yang mereka lakukan sebelumnya. Beberapa jam setelah peluncuran roket Korut, Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kim Sung-hwan, langsung bertemu dengan Duta Besar AS, Sung Kim, dan Komandan Pasukan AS di Korea, Jenderal James Thurman, untuk menentukan aksi respon atas peluncuran itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026