Logo Header Antaranews Sumbar

Khofifah: Pertahankan Nilai-Nilai Nahdliyin

Kamis, 3 Juli 2014 18:26 WIB
Image Print
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa. (Antara)

Banjarnegara, (Antara) - Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh Muslimat NU untuk mempertahankan nilai-nilai nahdiyin menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. "Saya berpesan agar semua muslimat turut mempertahankan nilai-nilai nahdiyin. Jangan percaya fitnah yang menyudutkan Jokowi (Calon Presiden RI Joko Widodo, red.)," katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis. Khofifah mengatakan hal itu dalam silaturahmi Tim Pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dengan Muslimat NU Banjarnegara di Central Convention Hall, Banjarnegara. Ia mengatakan bahwa saat ini banyak kampanye hitam yang ditujukan kepada pasangan Jokowi-JK. "Jangan percaya itu karena Jokowi adalah sosok yang sederhana dana agamis," kata dia yang juga Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK. Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan semua tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk berkampanye santun sehingga tidak memanaskan situasi menjelang Pilpres 2014. Ia mengaku jika saat ini terus membangun komunikasi politik dengan warga NU dan tokoh-tokohnya meskipun ada klaim dukungan nahdiyin kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden lain. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Banjarnegara Saeful Muzad mengatakan bahwa dukungan dari kalangan Muslimat NU kepada pasangan Jokowi-JK merupakan dukungan nyata. "Oleh karena itu, saya bersama tim koalisi dan sukarelawan Jokowi-JK siap untuk meraih suara 70 persen di Banjarnegara. Insya Allah target tersebut dapat tercapai," katanya. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus bergerak untuk mengenalkan lebih dalam sosok Jokowi kepada masyarakat. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang akan digelar pada tanggal 9 Juli diikuti dua pasangan calon, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Dalam hal ini, pasangan Prabowo-Hatta yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, PKS, PBB, dan Partai Demokrat mendapat nomor urut 1, sedangkan Jokowi-JK yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI mendapat nomor urut 2. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026