
PBB: Kekerasan Mali Terlantarkan Hampir 18.000 Orang di Kidal

PBB. AS, (Antara/AFP) - Satu lonjakan kekerasan diwilayah Mali utara Kidal telah memaksa 17.400 orang meninggalkan rumah mereka, merusak kemajuan yang terbatas dalam stabilitas, kata direktur operasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa, Kamis. Secara total, 135.000 warga Mali telah melarikan diri ke negara tetangga dan 151.000 mengungsi di dalam negeri, kata John Ging di New York setelah baru-baru ini mengunjungi tiga hari ke negara itu. Angka-angka yang lebih rendah dari puncak krisis Juni 2013, namunGing mengatakan, putaran terakhir kekerasan "merusak" kepercayaan sebelumnya terhadao orang-orang yang kembali ke rumah. Kidal melihat kebangkitan pertempuran pada pertengahan Mei antara angkatan Mali dan kelompok-kelompok bersenjata, sebagian besar terdiri pemberontak Tuareg, tetapi juga menampilkan para pejuang Arab. "Sampai ada terobosan politik, situasi kemanusiaan akanterus memburuk," kata Ging. Krisis kemanusiaan menderita kekurangan dana, dengan hanya di bawah seperempat dari jumlah yang diperlukan 568 juta dolar AS, dan dengan pendidikan, air serta sanitasi paling buruk didanai, kata Ging. "Situasi ini sangat rapuh, tetapi situasi itu dapat distabilkan,situasinya suram tetapi tidak sia-sia," tambahnya. Sekitar 1,5 juta warga Mali membutuhkan bantuan pangan, termasuk 500.000 anak di bawah lima tahun yang beresiko kekurangan gizi, kata PBB menjelaskan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
