Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina: Simulasi Bagian Persiapan Pengamanan

Senin, 16 Juni 2014 15:18 WIB
Image Print

Semarang, (Antara) - PT Pertamina (Persero) Pemasaran Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rutin melakukan simulasi sebagai bagian dari persiapan pengamanan seperti saat terjadi kebakaran tangki. GM Marketing Operation Reg IV Subagjo Hari Moeljanto di Semarang, Senin, mengatakan simulasi penanganan keadaan darurat yang dilakukan sebelumnya yakni pemadaman tangki F Depot LPG Cilacap pada pekan kedua Juni 2014. "Pada simulasi tersebut, tidak hanya fokus pemadaman, tetapi juga pengamanan area terdampak agar tidak membahayakan keselamatan jiwa para pekerja maupun masyarakat di sekitar Depot LPG Cilacap," katanya. Pada saat simulasi juga dilakukan evakuasi para pekerja dan masyarakat di Kawasan Industri Cilacap setelah lonceng tanda bahaya kebakaran dibunnyikan. Kebakaran di tangki F yang berisi produk LPG Mix terjadi karena percikan api dari Pressure Relief Valve (PRV) atau perangkat keamanan yang melepaskan atau mengurangi kelebihan tekanan dalam pipa pada saat sedang dilakukan suplai. Menghadapi kondisi tersebut, Operation Head Depot LPG Cilacap Darmanto Hadi langsung berkoordinasi dengan tim Organisasi Keadaan Darurat (OKD) untuk melakukan penanganan. Tim Fire Brigade atau pemadam kebakaran melakukan beberapa cara penggulangan paparan panas dengan penyemprotan secara manual maupun menggunakan water sprinkle kepada tangki yang terbakar dan tangki-tangki yang berada di sekitar agar kebakaran tidak meluas dan kebakaran yang terjadi mulai pukul 10.00 WIB berhasil dipadampak pukul 13.00 WIB. External Relation Marketing Operation Region IV Roberth Marchelino menambahkan bahwa simulasi yang diatur seperti kejadian nyata tersebut dimaksudkan untuk persiapan pengawasan dan pengamanan. "Depot LPG Cilacap merupakan tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan elpiji area Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo, Kebumen, dan Wonosobo," katanya. Menurut Roberth dengan simulasi, akan dapat diukur kecepatan dan kinerja Tim OKD dalam menghadapi situasi darurat, sehingga antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan penyaluran LPG ke masyarakat tetap dapat berjalan normal serta masyarakat tetap dapat dipenuhi kebutuhannya dengan baik. Depot LPG Cilacap yang terletak di Jl. MT Haryono Kawasan Industri Cilacap dalam sehari rata-rata mempunyai thruput berkisar antara 450 MT sampai 800 MT dengan penyaluran Elpiji dalam bentuk curah (bulk) ke stasiun-stasiun pengisian Elpiji dan bentuk kemasan tabung 3 kg ke sejumlah agen elpiji. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026