Simpang Ampek, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman Barat ingin menciptakan pemilihan umum berkualitas dengan partisipasi pemilih meningkat. "Kami ingin semua komponen terlibat dalam menyukseskan pemilu legislatif nanti. Berkualitas dalam artian pelaksanaan sukses dan partsipasi meningkat," kata ketua KPU Pasaman Barat, Syafrinaldi di Simpang Ampek, Selasa. Ia mengatakan untuk menciptakan pemilu berkualitas tersebut pihaknya saat ini terus berupaya mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat. Selain itu juga terus mengoptimalkan peran Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan relawan demokrasi. "Kami mengharapkan semua pemyelenggara bisa membantu KPU dalam menyuseskan pemilu nanti. PPK, PPS dan relawan demokrasi merupakan ujung tombak KPU dilapangan," katanya. Ia menyebutkan secara keseluruhan jumlah PPK ada 55 orang, dengan penempatam lima orang per kecamatan, petugas PPS 57 orang dengan tiga orang per nagari (desa adat) serta 25 orang tenaga relawan demokrasi. "PPK dan PPS adalah ujung tombak KPU dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu. Sedangkan relawan demokrasi bertugas membantu KPU dalam mensosialisasikan peleksaan pemilu kepada masyarakat," ujar dia. Ia menekankan agar semua anggota PPK, PPS dan relawan demokrasi harus memiliki integritas dalam bekerja untuk menciptakan pemilu yang berkualitas tanpa berpihak kepada siapapun. "Bekerjalah dengan wewenang dan fungsi masing-masing. Sebagai penyelenggara mulai dari proses pelaksaan dan hasil harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan memiliki integritas yang tidak bisa ditawar-tawar," tegas dia. Khusus kepada relawan demokrasi, sebutnya, bertugas membantu KPU mensosialisasikan betapa pentingnya pemilu kepada pemilih. Relawan demokrasi bertugas agar partisipasi pemilih bisa meningkat. Ia menjelaskan agar relawan demokrasi berada harus bisa mengajak masyarakat sadar akan pentingnya partisipasi dalam pemilu. "Kami menargetkan partisipasi pemilih mencapai 75 persen pada pemilihan umum legislatif nanti,"ujar dia. (alt/jno)