Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mendorong penguatan ekonomi kreatif (ekraf) dan pelestarian budaya daerah melalui festival ekonomi kreatif dan budaya yang akan diadakan Juni 2026.
"Kegiatan ini akan diadakan di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat melalui tiga festival besar yakni semarak pasa ekraf (pasar ekraf), rang mudo (anak muda) kreatif festival dan festival padusi (perempuan) gandang lasuang," kata Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pasaman Barat Harlina Syahputri usai menggelar rapat persiapan festival itu, Kamis.
Dia mengapresiasi rencana penyelenggaraan festival di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja pemerintah.
“Festival budaya dan ekonomi kreatif seperti ini sangat dinantikan masyarakat. Selain menjadi ruang hiburan dan promosi budaya. Kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat Pasaman Barat yang majemuk,” katanya.
Menurutnya festival menjadi momentum untuk mengenalkan adat dan budaya kepada generasi muda.
Apalagi Pasaman Barat memiliki keberagaman etnis, seperti Minangkabau, Mandailing dan Jawa, serta latar belakang agama yang beragam.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses.
“Kami berharap seluruh pihak berpartisipasi aktif sesuai tanggung jawab masing-masing,” katanya.
Festival itu didanai melalui pokok pikiran anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat asal Pasaman Barat Ade Putra dan Zulkenedi Said.
"Festival ini bertujuan mendorong penguatan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya daerah," sebutnya.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sumbar Wahendra menjelaskan kegiatan dirancang untuk mengangkat potensi kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif daerah.
Menurutnya pasa ekraf, Rang mudo kreatif festival, dan festival padusi gandang lasuang akan menghadirkan kompetisi seni kreatif serta pertunjukan kontemporer berbasis budaya tradisional.
“Tujuannya menumbuhkan rasa cinta generasi Z dan millenial terhadap warisan budaya leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain pertunjukan budaya, kegiatan juga akan menghadirkan pasa ekraf atau pasar ekonomi kreatif sebagai wadah promosi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.
Berbagai produk unggulan daerah akan ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen bernuansa etnik, hingga kuliner tradisional Minangkabau.
Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Afrizal meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival untuk memperkuat koordinasi dan bekerja sama secara maksimal demi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, persiapan yang matang menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata daerah.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dan mempersiapkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin. Festival ini bukan hanya sekadar agenda hiburan, tetapi juga momentum untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya Pasaman Barat kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Untuk persiapan festival itu Pemkab Pasaman Barat telah mengadakan rapat koordinasi dihadiri Dinas Pariwisata Sumbar, Dinas Pariwisata Pasaman Barat, TNI, Polres, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup Satpol PP, unsur pemuda, serta instansi terkait lainnya.