Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menggandeng 17 perusahaan kelapa sawit untuk berdonasi dalam upaya percepatan Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat di daerah itu.

"Untuk percepatan UHC diperlukan dukungan seluruh pihak, khususnya badan usaha perusahaan kelapa sawit  dalam membantu masyarakat kurang mampu agar tetap terdaftar dan aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Rabu.

Menurutnya, sebagai langkah awal pihaknya telah mengadakan  sosialisasi kepada badan usaha yang ada untuk bersama-sama untuk membantu masyarakat kurang mampu di segi kesehatan.

"Pada prinsipnya badan usaha yang hadir bersedia membantu untuk percepatan UHC. Nantinya akan ada penandatanganan kerja sama. Draf kerja samanya telah kita berikan ke perusahaan itu untuk dipelajari oleh pimpinan masing-masing," katanya.

Dia mengatakan sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan menyusun aturan atau regulasi tentang  terkait donasi badan usaha itu.

Aturan tersebut diharapkan menjadi dasar pelaksanaan donasi yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

"Donasi badan usaha ini diarahkan untuk membantu masyarakat sekitar perusahaan agar dapat terdaftar dan aktif dalam program JKN. Sekaligus mendukung percepatan pencapaian UHC," katanya.

Pemkab Pasaman Barat berharap badan usaha dapat berpartisipasi secara optimal, mengingat masih terdapat  17.709 jiwa peserta kategori miskin dan sangat miskin yang nonaktif pada Desil 1-2. Sedangkan yang aktif sudah mencapai 45 ribu jiwa.

"Dengan jumlah 17 badan usaha diharapkan masing-masing perusahaan dapat membantu sekitar 1.000 jiwa atau minimal 10 kepala keluarga melalui skema donasi iuran JKN," katanya menjelaskan.

Dia menyebutkan pertemuan dengan badan usaha pada Senin (11/3)  menjadi langkah awal kolaborasi antara Pemkab dan BPJS Kesehatan dalam mendukung perlindungan jaminan kesehatan masyarakat. 

"Satu pekan ke depan kita berharap kerja sama telah bisa disepakati mulai dari  finalisasi Memorandum of Understanding (MoU), penetapan jumlah peserta donasi, serta penyusunan aturan mengenai donasi badan usaha," harapnya.

Kepala Bagian Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bukittinggi Maihendra mengharapkan donasi badan usaha diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan dalam membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan perlindungan jaminan kesehatan.

"Kita telah menyampaikan materi seputar mekanisme donasi badan usaha, tujuan program, sasaran peserta, serta peran badan usaha dalam mendukung keberlanjutan UHC di Pasaman Barat saat pertemuan dengan 17 badan usaha itu," jelasnya.

Adapun badan usaha yang diharapkan untuk membantu program UHC adalah PT Agrowiratama, CV Andalas Putra Pangan, CV Minang Gemilang Pangan, PT Anam Koto, PT Bintara Tani Nusantara, PT Pasaman Marama Sejahtera, PT Perkebunan Anak Negari Pasaman, PT Primata Mulia Jaya dan PT  Rimbo Panjang Sumber Makmur.

Lalu PT Sari Buah Sawit, PT Sawita Pasaman Jaya, PT Laras Internusa, PT Bakrie, PT AMP, PT GMP, PT PHP dan RS Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat.