Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 4.831,1 ton hingga Februari 2026.
"Kami optimis penyalurannya akan tuntas hingga akhir tahun sesuai target 39.230 ton," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Afdal di Simpang Empat, Kamis.
Menurut dia total realisasi yang tersalurkan itu terdiri dari urea sebanyak 2.405 ton atau 14,88 persen dari target 16.165 ton selama 2026.
Lalu NPK Phonska terealisasi sebanyak 2.426,1 ton atau 14,07 persen dari target 17.244 ton.
"Penyaluran hingga saat ini tidak ada kendala. Permintaannya sesuai data permintaan kelompok tani yang masuk dalam rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang masuk ke aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan)," kata Afdal.
Pihaknya optimis penyaluran pupuk bersubsidi akan tercapai 100 persen hingga akhir tahun nanti.
Dia menyebutkan Pasaman Barat memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 39.230 ton termasuk pupuk organik sebanyak 5.820 ton.
Berdasarkan alokasi yang diperoleh itu masih kurang dari usulan yang diberikan oleh petani.
Namun masih mencukupi dan juga mengarahkan petani menggunakan pupuk organik, karena didukung oleh pakan ternak dan lainnya.
"Saat ini ada enam kelompok yang memproduksi pupuk organik di bawah binaan dinas. Ke depannya akan kami dorong kelompok untuk memproduksi pupuk organik," ujar Afdal.
Ia menilai penggunaan pupuk organik sebenarnya sangat baik bagi tanaman dan tanah. Sebab, menggunakan pupuk organik bisa mengurangi krisis tanah dan menjaga kesuburan tanah lebih lama.
Pihaknya juga terus meningkatkan sarana prasarana pertanian, seperti rehab jaringan irigasi tersier (RJIT), pembangunan jalan usaha tani, bantuan alat mesin pertanian.
Masyarakat di Pasaman Barat saat ini banyak menanam jagung, kentang, ubi jalar dan talas.
"Adapun sentra tanaman pangan banyak berada di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman, Kinali dan Gunung Tuleh," sebutnya.