Padang (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menetapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen nasional untuk memetakan capaian akademik peserta didik. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025, yang menegaskan TKA sebagai asesmen terstandar, objektif, dan setara bagi siswa dari berbagai jalur pendidikan.
Dalam keterangannya kepada media, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa TKA dirancang bukan sekadar sebagai alat evaluasi, melainkan sebagai sarana refleksi kemampuan akademik siswa secara menyeluruh.
“TKA dirancang untuk memberikan gambaran capaian akademik peserta didik secara objektif. Ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi alat refleksi dan pemetaan kemampuan belajar siswa,” ujar Abdul Mu’ti dalam taklimat media Kemendikbudristek.
TKA Ukur Penalaran, Bukan Sekadar Hafalan
Berbeda dari model ujian konvensional, TKA menitikberatkan pada pemahaman konsep, kemampuan bernalar, serta penerapan materi akademik. Mata pelajaran yang diujikan mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris—materi inti yang selama ini menjadi fondasi pembelajaran di sekolah.
Kemendikbudristek juga menegaskan bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak menentukan kelulusan, namun hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung jalur prestasi dan pemetaan kesiapan akademik siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Data kementerian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan awal TKA, tingkat partisipasi satuan pendidikan mencapai lebih dari 82 persen, dengan kehadiran peserta di atas 98 persen, menandakan respons positif dari sekolah, siswa, dan orang tua.
Persiapan TKA Dinilai Perlu Lebih Terarah
Meski materi TKA bersumber dari kurikulum sekolah, pemerintah menekankan bahwa karakter soal TKA menuntut pemahaman mendalam dan kemampuan analisis, bukan sekadar mengingat rumus atau definisi. Hal ini membuat persiapan TKA membutuhkan pendekatan belajar yang lebih terstruktur, intensif, dan berbasis evaluasi.
Kondisi tersebut mendorong munculnya kebutuhan akan pendampingan belajar tambahan di luar sekolah, terutama bagi siswa yang ingin memaksimalkan hasil asesmen akademiknya.
Program Intensif TKA Ruangguru Hadir sebagai Solusi Pendampingan
Menjawab kebutuhan tersebut, Ruangguru menghadirkan program bimbel Intensif TKA, berupa bimbingan belajar yang dirancang untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi TKA secara lebih sistematis dan terukur.
Program ini mengombinasikan pembelajaran mandiri dan pendampingan langsung, dengan fokus pada penguatan konsep akademik dan kesiapan menghadapi pola soal TKA. Layanan yang tersedia meliputi strategi belajar per mata pelajaran, materi pembelajaran terkurasi, hingga latihan soal yang disesuaikan dengan karakter asesmen nasional.
Tryout, Analisis Akademik, dan Live Teaching
Salah satu keunggulan dari program intensif TKA Ruangguru adalah tryout berkala yang berfungsi sebagai simulasi asesmen. Hasil tryout tersebut kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran objektif mengenai kekuatan dan area yang masih perlu ditingkatkan oleh siswa.
Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan sesi Live Teaching, dimana memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan tutor untuk membahas materi dan soal-soal yang dianggap menantang. Pendekatan ini membantu siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam menghadapi asesmen akademik.
Dukungan Fleksibel untuk Siswa dan Orang Tua
Program intensif TKA Ruangguru dirancang agar dapat diakses secara fleksibel oleh siswa dari berbagai daerah. Dengan format pembelajaran yang adaptif, siswa tetap dapat mengikuti kegiatan sekolah tanpa terganggu, sementara orang tua memperoleh gambaran perkembangan akademik anak melalui hasil evaluasi yang terukur.
Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya pemetaan capaian belajar secara adil dan transparan, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.