Padang (ANTARA) - Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ditunjuk menjadi kota based practice atau praktik terbaik pengelolaan sampah di wilayah Sumatera dalam Integrated Solid Waste Management Program (ISWMP) atau program pengelolaan sampah terpadu.

"Program ini merupakan inisiatif berskala nasional yang bertujuan meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah perkotaan secara terpadu dari hulu hingga ke hilir," kata Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Provinsi Sumbar Maria Doeni Isa di Padang, Selasa.

Maria menjelaskan penetapan Padang sebagai praktik terbaik pengelolaan sampah berdasarkan pada penyusunan rencana induk, penguatan regulasi, peningkatan peran serta masyarakat, penguatan kelembagaan hingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

Meskipun dijadikan sebagai daerah rujukan di Sumatera, secara umum Kota Padang masih menghadapi tantangan besar. Hal itu terkait rata-rata timbulan sampah di Kota Padang yang mencapai 643 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 466,49 ton masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terakhir (TPST) dan 136,38 ton berhasil dikurangi melalui pemilahan.

"Data tersebut menunjukkan bahwa baru sekitar 40,13 persen sampah yang berhasil dipilah, sedangkan sisanya belum terolah dan langsung berakhir di TPST," ujarnya.

Menurut dia, situasi tersebut menandakan perlunya percepatan peningkatan kinerja pengolahan sampah terutama melalui penguatan peran masyarakat dan lembaga pengelola. Termaauk pula perlu adanya perubahan paradigma pengelolaan dari sekadar membuang menjadi memilah dan mengolah sejak dari sumbernya.

Ia mengingatkan jika sampah khususnya limbah domestik tidak dipilah dengan benar, maka hal itu berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dimana dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari pencemaran air dan udara hingga ancaman kesehatan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita dan lansia.

"Artinya, menjadi based pratice merupakan momentum untuk membuktikan bahwa Kota Padang bisa lebih baik lagi dan menjadi contoh yang benar-benar ideal bagi daerah lain di Sumatera," tambahnya.


Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026