Komite Konvensi Undang Empat Tokoh Awasi Survei
Sabtu, 19 Oktober 2013 18:53 WIB
Jakarta, (Antara) - Komite Konvensi untuk Bakal Calon Presiden Partai Demokrat mengundang empat tokoh untuk menjadi tim audit yang mengawasi berbagai survei politik berkaitan dengan Pemilu 2014.
"Proses konvensi akan terus dibuat ideal. Sekarang kami tambahkan lagi empat orang di badan audit yang akan mengawasi survei," kata anggota Komite Konvensi Effendi Gazali di Jakarta, Sabtu.
Effendi mengatakan empat tokoh tersebut akan bergerak secara independen untuk megawasi beberapa survei politik agar dapat menghindari hasil survei yang rekayasa.
Tiga di antara empat tokoh tersebut adalah Pakar piskologi politik Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk, Pakar Sosiologi UI Thamrin Tamagola, dan Pakar Ilmu Kebijakan Publik UI Andrinof Chaniago.
"Seorang lagi saya lupa namanya, tapi mereka dan komite sudah bertemu dan sudah banyak berdiskusi," katanya.
Effendi mengatakan upaya pengawasan dalam survei tersebut untuk memfaslitasi peserta konvensi agar dapat meningkatkan kapasitas untuk bersaing satu sama lain, dan dengan bakal capres dari partai lain.
"Kami tidak memihak dan kami bukan anggota Demokrat. Namun kami ingin kalo bikin konvensi, yang benar dan jika mau mengadakan survei harus benar dan terawasi," ujarnya.
Effendi mengaku belum mengetahui benar kepastian dari kesepakatan empat pakar tersebut bergabung dengan Komite Konvensi, namun sejauh ini pembicaraan antara kedua belah pihak sudah positif.
"SK (Surat Keputusan,-red) nya saya belum tahu sudah ada apa belum, tapi sejauh ini semua 'iya-iya' saja," katanya.
Sejauh ini, menurut Effendi, konvensi Demokrat memang kurang greget. Hal itu karena peserta konvensi tidak bersaing dalam ide dan gagasan, serta hanya "bermain aman" dalam tataran normatif saja.
"Konvensi ini (pesertanya jalan sendiri-sendiri), tanpa pernah membandingkan, atau istilah kasarnya menyerang, tidak bisa seperti itu, semua harus ada persaingan," katanya.
Menurut Effendi setiap peserta konvensi perlu diuji kapasitasnya dan kemampuan berdepatnya mengenai isu-isu penting mengenai bangsa.
"Mereka harus menunjukan pendapat masing-masing tentang berbagai isu, bagaimana kritiknya dengan pendapat yang lain, itu baru seru, jangan hanya kampanye-kampanye saja," ujarnya.
Konvensi Partai Demokrat merupakan metode yang digunakan partai berlambang mercy itu untuk menjaring bakal calon Presiden pada Pemilu 2014. Konvensi tersebut dilaksanakan oleh 17 anggota Komite yang ditetapkan pada Agustus lalu.
Sementara Komite sudah menetapkan 11 peserta konvensi yang akan berlomba menjadi bakal calon Presiden Partai Demokrat. Ke-11 peserta itu adalah Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, Hayono Isman, Anies Rasyid Baswedan, Sinyo Harry Sarundajang , Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, dan Dahlan Iskan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPMPPA Solok gelar pelatihan konvensi hak anak menuju kota layak anak
08 December 2023 18:27 WIB, 2023
Gelar apel konvensi PDKB secara nasional, langkah PLN tingkatkan keandalan listrik
25 November 2022 16:35 WIB, 2022
Konvensi HPN 2020, Wapres: Media massa harus sajikan konten mendidik
07 February 2022 10:05 WIB, 2022
Mewujudkan Nagari Peduli Anak, Gunung Medan gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak
11 November 2021 19:55 WIB, 2021
Pelatihan konvensi hak anak diharapkan mampu tingkatkan perlindungan anak di Solok
27 October 2021 21:17 WIB, 2021
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018