KPU Gandeng Polri Kawal Distribusi Logistik Pemilu
Selasa, 3 September 2013 16:08 WIB
Husni Kamil
Jakarta, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerja sama dengan Polri untuk mengawal pendistribusian barang-barang logistik Pemilu 2014.
"Sudah buat nota kesepahaman (MoU) awal tahun 2013, kegiatan yang akan dikerjakan bersama yakni pengawalan distribusi, pencetakan logistik," kata Ketua KPU Husni Kamil di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2014, pelelangan barang dan jasa akan dilakukan pada November - Desember 2013.
Sedangkan pada pertengahan Januari 2014 proses produksi sudah dimulai dan diperkirakan memakan waktu sebulan.
Ia menjelaskan bahwa distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil akan diprioritaskan.
Dia menambahkan ditargetkan pendistribusian logistik ke seluruh wilayah di Indonesia telah rampung pada akhir Februari 2014 sehingga KPU kabupaten/ kota selanjutnya bisa mulai memilah logistik yang sesuai standar mutu.
"Bagi yang tidak sesuai mutu, perusahaan masih punya waktu untuk produksi dan distribusi. Semoga pertengahan Maret 2014 selesai," katanya.
Ia menjelaskan untuk daerah yang sulit dijangkau, seperti di Papua, pendistribusian logistik menggunakan moda transportasi pesawat. Sementara untuk distribusi di Kabupaten Lebak, Badui, kemungkinan didistribusikan melalui jalan darat karena masyarakat adatnya tidak memperbolehkan adanya moda transportasi.
KPU mengalokasikan 24 persen dari total anggaran tahun 2013 untuk pengadaan logistik Pemilu 2014.
"Untuk pengadaan logistik secara keseluruhan, kami mengambil biaya 24 persen dari total anggaran," kata Komisioner KPU Arief Budiman.
Untuk tahun 2013, KPU mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp1,8 triliun.
Pengadaan logistik tersebut antara lain untuk memproduksi kertas surat suara, tinta, kotak suara, bilik suara serta perlengkapan lain.
Untuk masing-masing tempat pemungutan suara diperlukan dua bilik suara dan empat kotak suara, yaitu untuk DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten-kota. "Sedikitnya ada 500 ribuan TPS, sehingga setidaknya ada 2 juta kotak suara," tambah Arief. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendagri bakal gandeng Kementerian terkait untuk percepatan pemulihan pasca bencana di Tanah Datar
09 January 2026 20:01 WIB
Laznas Darunnajah gandeng Pesantren di Jabodetabek bantu korban bencana Sumatra
25 December 2025 20:32 WIB
Pastikan pelayanan bersih, Kementerian ATR/BPN gandeng KPK dalam proses perbaikan sistem layanan pertanahan
18 December 2025 12:23 WIB
Dinkes Sawahlunto gandeng SPH edukasi pelajar hadapi risiko gangguan mental
26 November 2025 4:16 WIB
Gandeng KPK, Kementerian ATR/BPN perkuat jajarannya dalam pencegahan korupsi dan perilaku "misconduct" dalam layanan pertanahan dan tata ruang
15 November 2025 15:11 WIB
Pemkot Padang gandeng BPKP Sumbar kendalikan gratifikasi dan cegah korupsi
28 October 2025 21:06 WIB
Pendaftaran tanah wakaf meningkat signifikan, Menteri Nusron: Gandeng kepala KUA dan kekuatan masyarakat
23 October 2025 14:03 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018