Padang (ANTARA) -
Pengembangan Kawasan Wisata Geopark Sianok-Maninjau diharapkan mengikuti kajian dan "site plan" atau rencana tapak agar bisa segera diusulkan menjadi salah satu UNESCO Global Geopark (UGG).
 
"Salah satu upaya pengembangan Geopark Sianok-Maninjau ini melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dengan skema sharing anggaran Pemprov Sumbar-Pemkot Bukittinggi. Kita sarankan agar pengembangannya sesuai site plan," kata Kepala Bagian Kerjasama Prov. Sumbar, Zaki Fahminanda, S.STP, M.PA di Padang, Kamis.
 
Ia mengatakan total anggaran BKK untuk Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Wisata Geopark Sianok Maninjau mencapai Rp1 miliar.
 
Kegiatan kerja sama itu diantaranya untuk pembangunan pintu gerbang Kawasan Wisata Geopark Sianok-Maninjau, pembangunan geotracking, kajian geoheritage, pembuatan site plan kawasan dan pembuatan website.
 
Kerja sama pengembangan dan pembangunan wisata tersebut telah selesai dilaksanakan pada akhir tahun 2022. 
 
Untuk memastikan anggaran itu digunakan sesuai dengan rencana pengembangan, Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Sumbar melakukan monitorong dan evaluasi langsung ke lapangan.
 
"Kita sudah bertemu dan mendengarkan paparan dari tim dari Pemkot Bukittinggi yang dihadiri Staf Ahli Bidang Perekonomian, Dinas Pariwisata, Kabag Pemerintahan dan TKKSD Kota Bukittinggi pada Selasa (4/7)dan langsung melakukan kunjungan lapangan," kata Zaki.
 
Dalam kesempatan itu Pemkot Bukittinggi menyampaikan implementasi kegiatan kerjasama ini sudah terlaksana 100 persen.
 
Kerjasama tersebut telah menimbulkan daya tarik wisata baru bagi wisatawan berupa pintu gerbang Kawasan Wisata Geopark Sianok-Maninjau dan geotracking di Ngarai Sianok. 
 
Selain itu dengan telah adanya kajian Geoheritage Geopark Ngarai Sianok-Maninjau, pembuatan site plan kawasan dan pembuatan website dapat memperkenalkannya kepada dunia sebagai wujud percepatan geopark sianok maninjau diusulkan menjadi salah satu UNESCO Global Geopark (UGG).
 
Dalam pertemuan itu TKKSD Sumbar tetap memberikan beberapa saran kepada Pemkot Bukittinggi diantaranya agar destinasi wisata yang telah dibangun dapat dioptimalkan pemanfaatan dan pemeliharaannya.
 
Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Wisata Geopark Sianok diminta untuk tetap mengikuti kajian dan site plan yang telah ada.
 
Pembangunan geotracking juga disarankan untuk dilanjutkan sesuai dengan site plan sehingga pemanfaatannya dapat lebih optimal.
 
Ikut dalam TKKSD Sumbar tersebut Kabag Tata Laksana Biro Organisasi, Igusti Firmansyah dan Analis Kebijakan Evaluasi Kerjasama Daerah, Yuanda Ogi, dan beberapa anggota TKKSD lainnya*

Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Mario Sofia Nasution
Copyright © ANTARA 2024