Jakarta, (Antara) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat akan meminta restu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat sebelum memutuskan ikut konvensi. "Beliau atasan saya langsung, perlu restu," kata Jumhur di Jakarta, Kamis, mengenai kemungkinan keikutsertaannya pada konvensi calon presiden dari Partai Demokrat setelah berbagai organisasi buruh dan pekerja di sejumlah provinsi mendeklarasikan dukungan kepadanya untuk mengikuti konvensi. Dia menjelaskan restu kepada atasan langsung diperlukan sebelum memutuskan untuk mengikuti konvensi atau tidak dengan pertimbangan kekuatan dukungan dari berbagai kalangan atas dirinya. "Bila direstui tetapi kekuatan dukungan untuk bersaing dalam konvensi kurang maka akan percuma, sebaliknya, bila saya memiliki kekuatan dukungan untuk bertarung tetapi tidak direstui, juga tidak bisa," kata Jumhur yang juga merupakan aktivis perburuhan. Jumhur menambahkan bahwa dia merencanakan pada Selasa (6/8) akan membuat pernyataan resmi terkait dengan kemungkinan keikutsertaannya dalam konvensi. "Saya akan membuat pernyataan resmi untuk ikut dalam konvensi Partai Demokrat atau tidak," katanya. Ia menyatakan masih memantau secara seksama soal persiapan pelaksanaan konvensi termasuk pembentukan komite konvensi yang diketuai oleh mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Terkait dengan dirinya, Jumhur mengaku masih mencari tahu apakah dirinya bakal diundang atau tidak untuk mengikuti konvensi itu, termasuk kemungkinan bila dibuka pendaftaran oleh komite konvensi untuk berbagai tokoh. Ia masih mempelajari keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat meskipun telah mendapat dukungan dari berbagai daerah. "Kalau tidak dibuka pendaftaran berarti tidak bisa mendaftar, kalau melalui undangan, apakah saya diundang atau tidak, saya masih mempelajari mekanisme dan prosedur konvensinya," katanya. Jumhur menegaskan bahwa dia bersikap realistis meskipun deklarasi dukungan kepada dia untuk mengikuti konvensi calon Presiden Partai Demokrat dari kalangan buruh, pekerja, supir, pedagang buku, dan keluarga TKI serta berbagai kalangan lain dari berbagai daerah seperti di Bandung, Jakarta, Pekanbaru, Indramayu, Medan, Mataram, dan Yogyakarta telah disampaikan ke publik dan pengurus Partai Demokrat. Ia menilai pola perekrutan kepemimpinan nasional melalui konvensi yang terbuka sangat baik bagi pendidikan politik rakyat dan pengembangan demokrasi di negeri ini. "Saat ini yang terbuka dengan konvensi baru Partai Demokrat, jadi rekan-rekan buruh di mana saya berinteraksi puluhan tahun bersama mereka mengarahkan untuk ke Demokrat," katanya. Jumhur menegaskan keputusan mengikuti konvensi bukan merupakan keputusan pribadi. "Saya akan mengumpulkan rekan-rekan yang telah mendukung saya itu untuk memastikan modal sosial terutama pada jaringan rakyat untuk mendukungnya. Kalau tidak kuat dan tidak memungkinkan, ya, tidak akan diteruskan," katanya. Jumhur mengakui memiliki keterbatasan terutama bila harus beriklan di berbagai media massa dan tempat-tempat publik sebagaimana telah dilakukan para bakal calon lain. "Saya lebih mengandalkan pada jaringan, misalnya, bagaimana bisik-bisik rakyat di gorong-gorong, di kalangan nelayan, petani, dan sebagainya. Kalau jaringannya kuat maka bisa memungkinkan," katanya. (*/sun)