UAS berikan arahan pendidikan agama dan adat untuk guru di Bukittinggi
Rabu, 7 September 2022 12:46 WIB
Wako Bukittinggi Erman Safar bersama Ulama termasuk UAS dalam salah satu momen, UAS turut memberikan arahan kepada ratusan guru di Kota Bukittinggi terkait petingnya Ilmu Agama dan Adat Budaya dalam muatan lokal. (Antara/HO-Dokumen Pribadi)
Bukittinggi, (ANTARA) - Ratusan guru yang akan mengajarkan muatan lokal di SD dan SMP se-Kota Bukittinggi, Sumatera Barat memperoleh arahan dari Ustadz Abdul Somad (UAS) yang disampaikan secara daring pada Rabu (07/09).
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menyampaikan program muatan lokal ini diberikan pada pelajar SD dan SMP, untuk menanamkan pada generasi muda landasan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah yang menjadi prinsip hidup masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat.
"Prinsip itu harus ditanamkan pada generasi muda dalam menghadapi masa depan, program unggulan ini harus diajarkan oleh para guru secara masif, anak-anak saat ini sudah dapat mengakses informasi melebihi usianya, saya mohon ajarkan muatan lokal ini secara teori lalu dipraktekkan,” kata Wako Erman Safar di Bukittinggi, Rabu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Melfi Abra, menjelaskan, Pemkot Bukittinggi mulai tahun ajaran 2022 dan 2023, melaksanakan program pendidikan untuk menyelamatkan generasi muda, dari efek negatif perkembangan teknologi dan membentuk karakter para pelajar.
Hal ini dilakukan dengan memberikan tambahan jam pelajaran untuk lima muatan lokal, bagi pelajar TK, SD dan SMP sederajat se-Kota Bukittinggi.
“Lima muatan lokal itu, Bahasa Arab, Aqidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Islam dan Budaya Adat Minangkabau. Kelimanya ini sesuai arahan Bapak Wali Kota dan permintaan masyarakat, dinilai dapat membentuk karakter pelajar yang berlandaskan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah,” jelasnya.
Dalam arahannya, Ustadz Abdul Somad, menyampaikan, membantu masyarakat tidak hanya dengan uang saja, tapi bagaimana memberikan ilmu pengetahuan.
"Terutama pada generasi muda dan mengajarkan ilmu agama dan adat itu, akan menjadi ladang amal bagi para guru," kata UAS.
UAS mengapresiasi empat materi unggulan pendidikan Bukittinggi yang antaranya pelajaran Fiqih dengan berkaitan dengan ketentuan amaliyah sebagai muslim.
"Kemudian juga Aqidah Akhlak, diberikan materi tentang keyakinan dan kepercayaan yang benar, bagaimana bersikap yang baik dan ketiga, Bahasa Arab, panduan yang menjadi sumber, Al Quran dan Hadist. Keempat, Sirah Nabawiyah, tentang sejarah Nabi, Sahabat dan pada masanya," pungkasnya. (*)
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menyampaikan program muatan lokal ini diberikan pada pelajar SD dan SMP, untuk menanamkan pada generasi muda landasan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah yang menjadi prinsip hidup masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat.
"Prinsip itu harus ditanamkan pada generasi muda dalam menghadapi masa depan, program unggulan ini harus diajarkan oleh para guru secara masif, anak-anak saat ini sudah dapat mengakses informasi melebihi usianya, saya mohon ajarkan muatan lokal ini secara teori lalu dipraktekkan,” kata Wako Erman Safar di Bukittinggi, Rabu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Melfi Abra, menjelaskan, Pemkot Bukittinggi mulai tahun ajaran 2022 dan 2023, melaksanakan program pendidikan untuk menyelamatkan generasi muda, dari efek negatif perkembangan teknologi dan membentuk karakter para pelajar.
Hal ini dilakukan dengan memberikan tambahan jam pelajaran untuk lima muatan lokal, bagi pelajar TK, SD dan SMP sederajat se-Kota Bukittinggi.
“Lima muatan lokal itu, Bahasa Arab, Aqidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Islam dan Budaya Adat Minangkabau. Kelimanya ini sesuai arahan Bapak Wali Kota dan permintaan masyarakat, dinilai dapat membentuk karakter pelajar yang berlandaskan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah,” jelasnya.
Dalam arahannya, Ustadz Abdul Somad, menyampaikan, membantu masyarakat tidak hanya dengan uang saja, tapi bagaimana memberikan ilmu pengetahuan.
"Terutama pada generasi muda dan mengajarkan ilmu agama dan adat itu, akan menjadi ladang amal bagi para guru," kata UAS.
UAS mengapresiasi empat materi unggulan pendidikan Bukittinggi yang antaranya pelajaran Fiqih dengan berkaitan dengan ketentuan amaliyah sebagai muslim.
"Kemudian juga Aqidah Akhlak, diberikan materi tentang keyakinan dan kepercayaan yang benar, bagaimana bersikap yang baik dan ketiga, Bahasa Arab, panduan yang menjadi sumber, Al Quran dan Hadist. Keempat, Sirah Nabawiyah, tentang sejarah Nabi, Sahabat dan pada masanya," pungkasnya. (*)
Pewarta : Al Fatah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
Bukittinggi Raih Prestasi Internasional, The 5th ASEAN Clean Tourist City Award di Filipina
01 February 2026 14:07 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Pemkot Solok terima 1.091 paket buku dan alat tulis untuk murid terdampak banjir
15 December 2025 22:44 WIB
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
04 December 2025 19:33 WIB
Tanggal 25 November Hari Guru Nasional, ayo berikan ucapan selamat terbaik
24 November 2025 16:31 WIB
Prabowo tegaskan selama ada anak muda setia kepada bangsa, RI tak terkalahkan
28 October 2025 21:15 WIB