Logo Header Antaranews Sumbar

Zenifhan pimpin IASMA 1 Landbouw Sumbar, siap jembatani alumni

Senin, 4 Mei 2026 10:03 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Musyawarah Wilayah (Muswil) IASMA 1 Landbouw Sumbar di Auditorium Istana Gubernur, Minggu (3/5), tak hanya jadi ajang silaturahmi. Forum ini berubah menjadi panggung dorongan agar alumni turun tangan langsung membiayai pembangunan asrama sekolah usai diterapkannya semiboarding (berasrama) di sekolah itu.

Kepala Bappeda Sumbar Zenifhan terpilih aklamasi sebagai Ketua IASMA 1 Landbouw periode 2026–2029. Angkatan 93 ini langsung dihadapkan pada dua pekerjaan rumah besar yaitu menjembatani alumni muda yang baru lulus dan memastikan siswa aktif mendapatkan dukungan nyata.

“Dua hal ini menjadi tantangan bagi kita. Sekaligus, bagaimana bisa menempatkan kembali SMAN 1 Landbouw pada posisi yang seharusnya baik di pentas regional, nasional maupun internasional. Mengingat, rekam jejak sekolah ini tidak bisa diragukan lagi sebagai salah satu SMAN terbaik dalam menghasilkan SDM,” ujar mantan Sekkab Sijunjung itu.

Sejumlah tokoh penting yang juga alumni SMAN 1 Bukittinggi hadir dalam kesempatan ini. Di antaranya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Sekjen IASMA Pusat Ridwan, Anggota DPRD Sumbar Rafdinal, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Candra, Kabiro Adpim Setprov Sumbar Nolly Eka Mardianto. Lalu, Direktur RSUP Achmad Mochtar Bukititnggi Busril, Ketua IASMA Wilayah Sumbar periode lalu Prof Marlina, Kepala SMAN 1 Bukittinggi Hernandar dan lainnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa era alumni hanya bernostalgia sudah lewat. Kini saatnya kontribusi konkret.

“Peran alumni itu vital. Kalau tidak dioptimalkan, akan merugikan sekolah,” tegas Mahyeldi di hadapan ratusan alumni.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Program boarding school di SMAN 1 Landbouw hingga kini masih tertinggal dibanding sekolah unggulan lain di Sumbar. Keterbatasan fasilitas asrama menjadi kendala utama. Pihaknya sudah menganggarkan pembangunan lantai 1 asrama dalam APBD Sumbar 2026 sebesar Rp5 miliar.

Kepala SMAN 1 Bukittinggi Hernandar mengungkapkan, pembangunan asrama baru sudah masuk tahap awal dengan dukungan anggaran Rp5 miliar dari pemprov. Namun angka itu baru cukup untuk memulai, jauh dari kata selesai.

“Total kebutuhan bisa mencapai Rp25 miliar. Itu pun baru fisik, belum fasilitas,” jelasnya.

Kondisi ini membuka fakta tanpa keterlibatan alumni, program ini berpotensi jalan di tempat. Di sini arah baru IASMA diuji. Dalam forum tersebut, mulai muncul komitmen spontan dari alumni ada yang siap membantu satu lantai, bahkan satu gedung. Skema gotong royong berbasis alumni mulai mengemuka sebagai solusi realistis.

Langkah ini sekaligus menjadi ujian kepemimpinan Zenifhan. Ia dituntut tak hanya merangkul, tetapi juga menggerakkan mengubah solidaritas alumni menjadi investasi nyata untuk sekolah.

Di sisi lain, kebutuhan boarding school bukan sekadar gengsi. Sistem ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, membentuk karakter, dan mengejar ketertinggalan dari sekolah unggulan lain.

Musyawarah ini akhirnya menegaskan masa depan sekolah tak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Alumni kini berada di garis depan—antara memilih tetap menjadi penonton, atau benar-benar menjadi penopang utama perubahan.

Hal ini diamini Sekjen IASMA Pusat Ridwan. Menurut dia, semua ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh alumni,

“Kita segera membuat surat resmi ajakan bagi seluruh alumni bisa mempersamai pembangunan gedung asrama. Melihat kontribusi alumni selama ini, kita yakin semua ini bisa direalisasikan segera,” ujar dia yang turut dihadiri mantan duo Bupati Agam Aristo Munandar dan AWR, petinggi BRI Rezki Rifai, eks Komisioner KPU Bukittinggi Zulwida Rahmayeni dan lainnya. (*)



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026