Ketua DPRD Solok Selatan dorong pelaku usaha kopi dan teh lakukan diversifikasi produk
Sabtu, 30 Juli 2022 18:37 WIB
Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda (kanan) dan Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara (kiri) mencicipi kopi saat Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi di kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Sabtu. (ANTARA/Joko Nugroho)
Padang Aro (ANTARA) - Ketua DPRD Solok Selatan, Sumatera Barat, Zigo Rolanda mendorong para pelaku usaha kopi dan teh di daerah itu melakukan diversifikasi atau penganekaragaman produk olahan agar memiliki peluang pasar lebih besar.
"Solok Selatan memiliki produk teh dan kopi yang berkualitas dan bercita rasa yang khas. Ini peluang yang harus dikembangkan," katanya saat Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi yang digelar di kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Solok Selatan, Sabtu.
Agar memiliki nilai jual lebih, katanya perlu dilakukan diversifikasi atau penganekaragaman produk olahan teh dan kopi.
"Seperti BUMN PT Mitra Kerinci yang menggandeng brand lokal dalam penganekaragaman produk teh dan kini telah dipasarkan," katanya.
Kopi dan teh Solok Selatan, katanya, telah dipasarkan keluar daerah dan telah diekspor.
Produksi kopi Solok Selatan telah mencapai 1.760 ton per tahun yang merupakan terbanyak kedua di Sumatera Barat.
Sementara untuk teh, dua perkebunan teh di Solok Selatan, yakni PT Mitra Kerinci dan PT Pekonina Baru, memproduksi teh berkualitas.
Dengan digelarnya festival teh dan kopi ini, katanya diharapkan mampu membangkitkan UKM dan pengusaha muda di Solok Selatan.
"Selain itu juga membangkitkan tradisi minum teh dan kopi," katanya. Safira Aisyah Majid, owner ClaRettA. (ANTARA/Joko Nugroho) Salah satu pelaku usaha muda yang melakukan penganekaragaman produk olahan teh, Safira Aisyah Majid, mengatakan produknya yang diberi nama ClaRettA kini telah mengembangkan tiga varian teh, yakni Jasmine Green Tea, Lemon Black Tea dan Lavender.
Usaha yang dirintis sejak 2020 itu, katanya mendatangkan bahan baku teh dari perusahaan teh setempat, yakni PT Mitra Kerinci.
Penjualan dilakukan secara daring dan offline. "Pasar lokal cukup baik menyambut produk olahan teh ini. Kini kami mencoba merambah pasar luar secara daring," katanya.
Sementara Direktur PT Mitra Kerinci Arief Maulana Yamin mengatakan perusahaannya sebagai BUMN mendukung dan mensupport usaha mikro kecil dan menengah yang ada di daerah itu.
"Kita mulai dari daerah penyangga. Di lingkungan kita juga ada agro husbandry yang membuat kompos dari kotoran sapi. Kompos ini kami manfaatkan juga," katanya.
Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi yang diprakarsai PT Mitra Kerinci ini digelar selama dua hari, 30 hingga 31 Juli.
Selain pameran produk teh dan kopi yang diikuti oleh UMKM di Sumatera Barat, juga perkebunan teh dari BUMN yakni PTPN6 di Sumatera Utara dan Jambi, PT Mitra Kerinci dan perkebunan teh swasta PT Pekonina Baru.
"Solok Selatan memiliki produk teh dan kopi yang berkualitas dan bercita rasa yang khas. Ini peluang yang harus dikembangkan," katanya saat Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi yang digelar di kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Solok Selatan, Sabtu.
Agar memiliki nilai jual lebih, katanya perlu dilakukan diversifikasi atau penganekaragaman produk olahan teh dan kopi.
"Seperti BUMN PT Mitra Kerinci yang menggandeng brand lokal dalam penganekaragaman produk teh dan kini telah dipasarkan," katanya.
Kopi dan teh Solok Selatan, katanya, telah dipasarkan keluar daerah dan telah diekspor.
Produksi kopi Solok Selatan telah mencapai 1.760 ton per tahun yang merupakan terbanyak kedua di Sumatera Barat.
Sementara untuk teh, dua perkebunan teh di Solok Selatan, yakni PT Mitra Kerinci dan PT Pekonina Baru, memproduksi teh berkualitas.
Dengan digelarnya festival teh dan kopi ini, katanya diharapkan mampu membangkitkan UKM dan pengusaha muda di Solok Selatan.
"Selain itu juga membangkitkan tradisi minum teh dan kopi," katanya. Safira Aisyah Majid, owner ClaRettA. (ANTARA/Joko Nugroho) Salah satu pelaku usaha muda yang melakukan penganekaragaman produk olahan teh, Safira Aisyah Majid, mengatakan produknya yang diberi nama ClaRettA kini telah mengembangkan tiga varian teh, yakni Jasmine Green Tea, Lemon Black Tea dan Lavender.
Usaha yang dirintis sejak 2020 itu, katanya mendatangkan bahan baku teh dari perusahaan teh setempat, yakni PT Mitra Kerinci.
Penjualan dilakukan secara daring dan offline. "Pasar lokal cukup baik menyambut produk olahan teh ini. Kini kami mencoba merambah pasar luar secara daring," katanya.
Sementara Direktur PT Mitra Kerinci Arief Maulana Yamin mengatakan perusahaannya sebagai BUMN mendukung dan mensupport usaha mikro kecil dan menengah yang ada di daerah itu.
"Kita mulai dari daerah penyangga. Di lingkungan kita juga ada agro husbandry yang membuat kompos dari kotoran sapi. Kompos ini kami manfaatkan juga," katanya.
Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi yang diprakarsai PT Mitra Kerinci ini digelar selama dua hari, 30 hingga 31 Juli.
Selain pameran produk teh dan kopi yang diikuti oleh UMKM di Sumatera Barat, juga perkebunan teh dari BUMN yakni PTPN6 di Sumatera Utara dan Jambi, PT Mitra Kerinci dan perkebunan teh swasta PT Pekonina Baru.
Pewarta : Joko Nugroho
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Mitra Kerinci "member of ID Food" berbagi dengan anak yatim dalam momentum perayaan HUT ke-33
18 July 2023 18:13 WIB, 2023
Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi, perkenalkan teh dan kopi Solok Selatan
30 July 2022 16:40 WIB, 2022
Rajawali Liki Energi Perusahaan Pertama yang Bakal Bangun PLTA di Solok Selatan
10 October 2017 13:08 WIB, 2017
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas UBS-Galeri24 turun, Antam naik di Pegadaian Jumat (03/04/2026) pagi
03 April 2026 7:54 WIB
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Kamis (02/04/2026) pagi kompak melonjak
02 April 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam Kamis (02/04/2026) pagi naik Rp20.000 jadi Rp2,922 juta per gram
02 April 2026 9:06 WIB
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian pada Rabu (01/04/2026) kompak naik
01 April 2026 6:07 WIB