Logo Header Antaranews Sumbar

Longsoran Tutup Jalan Liki-Uberta

Kamis, 25 Februari 2016 13:34 WIB
Image Print
Ilustrasi. (ANTARA SUMBAR)

Padang, (AntaraSumbar) - Longsoran tanah setinggi 80 centimeter menimbun ruas jalan Liki-Uberta di Kabupaten Solok Selatan mengakibatkan akses menuju PT Pekonina Baru terganggu sejak Rabu tengah malam.

"Longsoran yang disebabkan oleh hujan deras itu menutup badan jalan sehingga jalan dari Liki menuju Uberta tidak bisa dilalui sehingga akses karyawan PT Pekonina Baru terganggu," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Sumardianto ketika dihubungi dari Padang, Kamis.

Ia menyebutkan, tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB tersebut terjadi di lokasi longsor pada 8 Februari 2016, bukan saja menyebabkan akses karyawan perusahaan perkebunan teh itu terganggu, melainkan juga siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Liki.

"Saat ini alat berat sudah kami kirim ke lokasi longsor. Semoga sehari ini bisa selesai," ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain menimbulkan tanah longsor, sebutnya, hujan yang terjadi hampir 12 jam tersebut juga menyebabkan pohon tumbang di Pekonina, Kecamatan Pauh Duo, yang menimpa satu buah rumah.

"Rumah milik Alberto itu tidak rusak parah. Hanya bagian samping saja yang kena," katanya.

Terkait jalan yang menghubungkan Taratak Bukareh-Janjang Kambiang di Kecamatan Pauh Duo, yang putus akibat terkikis Sungai Batang Bangko, Sumardianto menyebutkan bahwa jalan tersebut memang sudah terban akibat banjir bandang pada 8 Februari 2016.

Sementara seorang warga Taratak Bukareh, Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo, Arsil Asra menyebutkan, hujan lebat yang terjadi sejak Rabu sore tersebut menyebabkan debet air Sungai Batang Bangko naik.

Derasnya arus sungai mengikis jalan Taratak Bukareh-Janjang Kambiang hingga terputus. "Sebelumnya pada 8 Februari 2016 saat banjir bandang, jalan ini juga terban karena dihantam arus sungai dan hanya bisa dilalui sepeda motor," katanya.

Kini, sebutnya, bagi warga Taratak Bukareh yang ingin ke Janjang Kambiang harus jalan memutar melalui Pakan Selasa dengan jarak mencapai 3 kilometer. "Jika melalui jalan yang terban itu, cuma perlu lima menit," katanya.

Ia menyebutkan, warga daerah itu kini mulai was was jika hujan kembali turun. Karena, katanya, jika debit air Sungai Batang Bangko kembali naik berkemungkinan luapan air akan mencapai sawah dan permukiman masyarakat. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026