Painan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat melakukan uji publik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar bantuan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) pemerintah menjadi tepat sasaran.
Bupati Rusma Yul Anwar mengungkapkan pengentasan kemiskinan harus didukung dengan data yang akurat, karena masih ada laporan keluarga mampu yang kini tercatat sebagai penerima program bantuan sosial dan peningkatan kesejahteraan.
"Karena itu perlu uji publik, karena capaian penurunan kemiskinan tidak sesuai dengan besarnya biaya yang digelontorkan" ungkap bupati.
Uji publik dilakukan dengan memajang data dan nama para penerima di beberapa pusat keramaian mulai dari tingkat kampung, nagari (desa adat) dan kantor camat yang ada di Pesisir Selatan.
Masyarakat diminta untuk melaporkan pada kepala kampung, wali nagari (kepala desa) atau camat terkait siapa saja dari KPM yang tidak layak menerima seperti perangkat nagari, keluarga mampu dan yang pindah.
Selanjutnya dari hasil uji publik kata bupati pemerintah kabupaten mengusulkan secara omline pada pemerintah pusat mengganti nama-nama tersebut dengan yang pantas sebagai penerima program.
Pemerintah pusat tahun ini mengalokasikan Rp427,5 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai program perlindungan sosial (Perlinsos) dan pengentasan kemiskinan.
"Data penerima itu akan diperbaharui tiap bulan, sehingga lebih efisien dan target penurunan kemiskinan lebih terukur," jelas bupati.
Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Wendra Rovikto menyampaikan uji publik dilakukan terpadu bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Dinas Kesehatan.
Ia mengakui masih banyak laporan soal kelayakan penerima bantuan dan program, baik dari masyarakat, laporan pemerintah nagari maupun hasil graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu juga terdapat pada penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan penerima iuran bantuan untuk program Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Bahkan Dinas Sosial menemukan 75 KPM yang memenuhi syarat seperti Kecamatan Lengayang, Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Pesisir," jelas mantan Camat Batang Kapas itu.
Padahal menurut Wendra belum semua masyarakat kurang mampu Pesisir Selatan yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau mereka yang 40 persen berpenghasilan terendah.
Berdasarkan data Dinas Sosial periode Februari 2022 jumlah masyarakat Pesisir Selatan yang masuk dalam DTKS tercatat sebanyak 264.750 jiwa.
Jumlah tersebut terkonfirmasi mengalami penurunan jika dibandingkan dengan posisi November pada tahun sebelumnya yang mencapai 264.750 jiwa.
"Itu sesuai dengan Surat (SK) Keputusan Menteri Sosial yang diterbitkan Februari 2022," ujarnya.
Bupati Pesisir Selatan perbarui DTKS lewat uji publik
Sabtu, 5 Maret 2022 7:53 WIB
Bupati Rusma Yul Anwar (ANTARA/HO-Humas)
Pewarta : Teddy Setiawan
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tujuh ribu sertifikat di Pesisir Selatan sudah elektronik, 40 ribu lainnya menunggu partisipasi masyarakat
21 April 2026 12:20 WIB
Tim kesehatan DPP PDI Perjuangan tembus kampung yang sempat terisolasi di Pesisir Selatan
05 January 2026 13:26 WIB
Rendang bantuan Dharmasraya telah sampai di Agam-Pessel, untuk Aceh-Sumut masih dalam perjalanan
25 December 2025 20:30 WIB
Bupati Hendrajoni tinjau posko pengungsian korban banjir bandang di Bayang Utara
13 December 2025 4:59 WIB
Dinas Kesehatan Pessel gelar pertemuan Penyusunan Profil Kesehatan 2025 di Hotel Triza Painan
06 December 2025 6:35 WIB
Dinas Pertanian Serahkan 300 Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Tanggap Darurat di Pesisir Selatan
04 December 2025 14:11 WIB
Pemkab Pessel gerak cepat tangani pemadaman di tiga nagari Terisolir Bayang Utara
04 December 2025 10:09 WIB
Plt. Kadishub Pessel tinjau langsung kerusakan lampu PJU di Jalur 2 Salido
04 December 2025 9:55 WIB
Kesbangpol Pesisir Selatan Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Bayang"
03 December 2025 18:13 WIB