Korban jiwa gempa di Pasaman Barat menjadi empat orang
Sabtu, 26 Februari 2022 5:40 WIB
Ratusan warga korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar tidur di tenda posko utama halaman kantor Bupati Pasaman Barat, Jumat (25/2) malam. (Antara/Altas Maulana).
Simpang Empat (ANTARA) - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bertambah menjadi empat orang setelah ditemukan satu orang warga yang tertimpa reruntuhan Masjid Raya Kajai.
"Korban jiwa akibat gempa bumi menjadi empat orang," katanya. Keempat korban jiwa itu adalah Asri Dewi Lestar (24) warga Jembatan Panjang, Fatih (2) warga Jembatan Panjang Nevi Herawati (47) warga Pasa Lamo Kajai dan Anismar (70) warga Kajai.
Selain itu luka berat 19 orang, luka sedang tujuh orang dan luka ringan 36 orang. Bangunan yang rusak sekitar 5.000 unit, pengungsi 10.000 orang, 35 titik pengungsi dan dipusatkan di halaman kantor bupati setempat.
Selain menyediakan tenda pengungsian, Pemkab Pasaman Barat juga menyediakan dapur umur bagi para pengungsi. Kemudian menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan kebutuhan lainnya bagi korban gempa bumi.
Hingga Jumat (25/2) malam masyarakat di daerah Kajai pada umumnya tidur dalam darurat di halaman rumah karena takut ada gempa bumi susulan.
Sementara berbagai bantuan mulai berdatangan dari berbagai elemen untuk korban gempa.
Selain mengungsi di posko utama halaman kantor bupati, warga juga mengungsi di jalan jalur 32 Pasaman Baru Simpang Empat dan sejumlah lokasi aman lainnya.
"Rumah kami hancur dan takut ada gempa susulan. Kami tidur di tenda darurat yang kami buat di halaman rumah," kata salah seorang korban gempa, Hendi. ***3***
"Korban jiwa akibat gempa bumi menjadi empat orang," katanya. Keempat korban jiwa itu adalah Asri Dewi Lestar (24) warga Jembatan Panjang, Fatih (2) warga Jembatan Panjang Nevi Herawati (47) warga Pasa Lamo Kajai dan Anismar (70) warga Kajai.
Selain itu luka berat 19 orang, luka sedang tujuh orang dan luka ringan 36 orang. Bangunan yang rusak sekitar 5.000 unit, pengungsi 10.000 orang, 35 titik pengungsi dan dipusatkan di halaman kantor bupati setempat.
Selain menyediakan tenda pengungsian, Pemkab Pasaman Barat juga menyediakan dapur umur bagi para pengungsi. Kemudian menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan kebutuhan lainnya bagi korban gempa bumi.
Hingga Jumat (25/2) malam masyarakat di daerah Kajai pada umumnya tidur dalam darurat di halaman rumah karena takut ada gempa bumi susulan.
Sementara berbagai bantuan mulai berdatangan dari berbagai elemen untuk korban gempa.
Selain mengungsi di posko utama halaman kantor bupati, warga juga mengungsi di jalan jalur 32 Pasaman Baru Simpang Empat dan sejumlah lokasi aman lainnya.
"Rumah kami hancur dan takut ada gempa susulan. Kami tidur di tenda darurat yang kami buat di halaman rumah," kata salah seorang korban gempa, Hendi. ***3***
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Progres penanganan rumah terdampak gempa di Pasbar, 77, 64 persen telah di tuntaskan
14 May 2024 15:46 WIB, 2024
Pemkab Pasaman Barat telah cairkan bantuan terhadap 246 unit rumah rusak berat akibat gempa
13 September 2023 15:32 WIB, 2023
Pemkab Pasaman Barat percepat proses verifikasi rumah korban gempa
06 September 2023 18:39 WIB, 2023
Tingkat kunjungan wisata pantai di Pasaman Barat menurun diduga akibat takut tsunami
25 April 2023 15:57 WIB, 2023
Pemkab Pasaman Barat harapkan alat peringatan dini tsunami kembali berfungsi
25 April 2023 12:28 WIB, 2023
Korban gempa datangi BPBD Pasbar pertanyakan anggaran pembangunan rumah swakelola mandiri
27 March 2023 13:31 WIB, 2023
Dapat penjelasan BPBD, pengunjuk rasa korban gempa Talamau Pasbar bubarkan diri
09 January 2023 19:36 WIB, 2023
Tidak masuk dalam data, korban gempa Pinaga dan Kajai temui Bupati Pasbar
19 December 2022 16:10 WIB, 2022
BPBD Pasaman Barat gelar simulasi gempa terhadap siswa-guru di Talamau
13 December 2022 20:54 WIB, 2022