Solok (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solok,  Sumatera Barat meningkatkan kapasitas tes Corona Virus Disease (COVID-19) bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus positif di daerah itu.  

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Ardinal di Solok, Rabu mengatakan berbagai persiapan berupa sarana dan prasarana kesehatan serta sumber daya terus dioptimalkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif COVID-19.  

Menurutnya persiapan yang optimal  menjadi perhatian khusus karena dengan peningkatan kapasitas tes berupa menelusuri (tracing), menguji (testing), mengisolasi (isolating), dan mengobati (treating) maka akan lebih banyak kasus positif yang selama ini tidak terdeteksi bisa diketahui.

Ardinal mengatakan untuk pelaksanaan penelusuran (tracing) dan pengujian (testing) dilakukan di posko Banda Panduang. Pelaksanaan tes usap  dilakukan setiap hari dan tes cepat antigen dilakukan dua kali seminggu, yakni Senin dan Kamis. 

"Rencana kami akan mengadakan tes cepat antigen menjadi empat kali seminggu agar lebih banyak sampel yang didapatkan," kata dia.

Ia juga mengatakan mengenai persiapan sarana dan prasarana testing di Kota Solok sudah memadai, bahkan sudah dibantu oleh tenaga kesehatan sebanyak enam grup di Banda Panduang, masing-masing grup terdiri atas enam orang. 

Selain itu, untuk kegiatan vaksinasi juga terdapat 14 grup dan masing-masing grup terdiri atas 6 orang yang bertugas setiap hari. "Kalau tenaga kesehatan, sampai saat ini kami tidak mengalami kendala," katanya.

Ardinal juga mengatakan mengenai kesiapan tempat isolasi untuk pasien positif COVID-19 di Kota Solok sampai saat ini masih memadai, yakni berada di Banda Panduang. 

"Namun saat pelaksanaan rapat Satgas COVID-19 kami sudah membahasnya, jika sekiranya terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Kota Solok maka ingin mengusulkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai tempat isolasi pasien positif COVID-19," ujar dia.

Menurutnya fasilitas SKB sudah cukup memadai jika dijadikan sebagai tempat isolasi pasien positif COVID-19 berupa kasur, ruangan tidur, dan sebagainya.  

Ia mengatakan terkait usulan tersebut, Dinkes Solok masih menunggu kebijakan dari wali Kota Solok.