Padang Aro (ANTARA) - Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan, Sumatera Barat, Murtamin mengatakan penebaran bibit ikan di sungai bisa berguna sebagai deteksi dini terhadap pencemaran sungai. 


"Dengan menyebar ikan ke sungai bisa menjadi perlindungan lingkungan sungai secara berkelanjutan dan sebagai deteksi dini kalau ada aktivitas pembuangan limbah berbahaya ke sungai," katanya di Padang Aro, Selasa.


Dia menjelaskan, kalau ada aktivitas pembuangan limbah berbahaya ke sungai maka ikan akan mati dan ini bisa menjadi deteksi dini oleh masyarakat. 


Untuk mewujudkan ini, dibutuhkan regulasi tegas larangan untuk menggunakan zat kimia atau setrum dalam menangkap ikan sungai. 


Sedangkan keuntungan bagi masyarakat, juga banyak seperti terpenuhi akan konsumsi sumber protein hewani dari ikan. 


Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber-sumber pendapatan baru, khususnya bagi masyarakat bermata pencaharian bersumber dari ikan dan berdomisili di sepanjang aliran sungai. 


"Dengan ketersediaan bahan baku ikan yang mencukupi juga akan bisa memunculkan efek turunan aneka jenis usaha," katanya. 


Menurut dia, Kabupaten Solok Selatan yang dijuluki Nagari Seribu Sungai, karena memiliki banyak sungai sangat potensial mengembangkan ini karena selain bisa melestarikan sungai juga punya efek ekonomi terhadap masyarakat. 


Untuk mewujudkan hal ini, bisa dimulai dengan mengidentifikasi terhadap sungai-sungai dari hulu ke hilir dengan prioritas sungai-sungai dijalur permukiman masyarakat. 


Untuk benih ikan, Solok Selatan memiliki dua Balai Benih Induk (BBI) dan bisa juga dimintakan ke provinsi. 


"Penyebaran benih ikan di sungai bisa sebagai langkah penyelamatan lingkungan dan deteksi dini pencemaran serta membawa keuntungan bagi masyarakat," ujarnya.



 

Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024