Target PAD sektor pariwisata Solok Selatan Rp250 juta
Senin, 1 Maret 2021 13:35 WIB
Destinasi wisata Hot Water Boom di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat yang ramai dikunjungi masyarakat saat libur panjang sebelum masa pandemi COVID-19. (ANTARA/Erik IA)
Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp250 juta pada 2021.
"Sekarang masih masa pandemi dan kalau nanti saat libur panjang destinasi wisata belum boleh dibuka, maka target Rp250 juta akan direvisi sebab tidak mungkin menetapkan target sedangkan destinasi ditutup," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna di Padang Aro, Senin.
Dia mengatakan, destinasi wisata di Solok Selatan yang menumbangkan PAD bagi daerah hanya hot water boom sedangkan yang lainnya tidak ada.
Hot water boom katanya, merupakan satu-satunyanya destinasi yang dikelola pemerintah daerah sedangkan yang lainnya pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) maupun perorangan.
"Destinasi wisata yang dikelola Pokdarwis belum menyumbangkan PAD bagi daerah," ujarnya.
Pada 2020 katanya, target PAD Solok Selatan sebanyak Rp50 juta dan realisasinya Rp101 juta.
Dia menjelaskan, untuk 2021 anggaran pembangunan pariwisata sangat kecil hanya ada Rp50 juta untuk peningkatan air angek Sawah Kareh Rp50 juta itupun dari Pokir DPRD.
Sedangkan untuk hot water boom hanya untuk perencanan dokumen evaluasi lingkungan hidup di sebesar Rp200 juta.
Dia menambahkan, pada 2019 dan 2020 pembangunan pariwisata Solok Selatan mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetapi tahun ini tidak ada.
Menurut dia, pada 2022 pemerintah daerah berencana menyusun master plan wisata minat khusus.
"Tujuan pariwisata sebetulnya untuk meningkatkan perekonomian warga sehingga makin banyak destinasi dikelola kelompom masyarakat akan lebih bagus hanya saja tidak ada PAD nya," ujarnya. (*)
"Sekarang masih masa pandemi dan kalau nanti saat libur panjang destinasi wisata belum boleh dibuka, maka target Rp250 juta akan direvisi sebab tidak mungkin menetapkan target sedangkan destinasi ditutup," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna di Padang Aro, Senin.
Dia mengatakan, destinasi wisata di Solok Selatan yang menumbangkan PAD bagi daerah hanya hot water boom sedangkan yang lainnya tidak ada.
Hot water boom katanya, merupakan satu-satunyanya destinasi yang dikelola pemerintah daerah sedangkan yang lainnya pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) maupun perorangan.
"Destinasi wisata yang dikelola Pokdarwis belum menyumbangkan PAD bagi daerah," ujarnya.
Pada 2020 katanya, target PAD Solok Selatan sebanyak Rp50 juta dan realisasinya Rp101 juta.
Dia menjelaskan, untuk 2021 anggaran pembangunan pariwisata sangat kecil hanya ada Rp50 juta untuk peningkatan air angek Sawah Kareh Rp50 juta itupun dari Pokir DPRD.
Sedangkan untuk hot water boom hanya untuk perencanan dokumen evaluasi lingkungan hidup di sebesar Rp200 juta.
Dia menambahkan, pada 2019 dan 2020 pembangunan pariwisata Solok Selatan mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetapi tahun ini tidak ada.
Menurut dia, pada 2022 pemerintah daerah berencana menyusun master plan wisata minat khusus.
"Tujuan pariwisata sebetulnya untuk meningkatkan perekonomian warga sehingga makin banyak destinasi dikelola kelompom masyarakat akan lebih bagus hanya saja tidak ada PAD nya," ujarnya. (*)
Pewarta : Erik Ifansyah Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PTBA revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto senilai Rp22 miliar dukung wisata heritage
13 February 2026 16:07 WIB
Pariaman upayakan percepat pemulihan ekonomi dampak bencana dengan perbanyak kegiatan wisata
28 January 2026 18:02 WIB
Objek wisata di Padang Pariaman mulai dikunjungi wisatawan pasca terdampak bencana
26 January 2026 11:19 WIB
Kunjungan wisatawan menurun, pelaku wisata Ngarai Sianok berharap dukungan pemerintah
05 January 2026 14:34 WIB