"Campervan" alternatif liburan tanpa tidur di hotel
Minggu, 12 Juli 2020 8:04 WIB
Piknik dengan campervan. (PA Images/Ben Birchall - Via Reuters)
Jakarta (ANTARA) - Sebagian masyarakat mungkin ingin menghabiskan akhir pekan dengan berlibur bersama teman atau keluarga, namun cemas terhadap penularan COVID-19 jika harus bermalam di penginapan.
Jika Anda benar-benar ingin berlibur setelah tiga bulan berada di rumah karena COVID-19, mungkin Anda bisa mencoba piknik menggunakan mobil kemping atau campervan.
Berkelana membawa campervan juga membuat Anda tidak perlu repot menaiki angkutan umum atau pesawat menuju destinasi liburan Anda.
Dilansir AFP, Sabtu (11/7), campervan menjadi solusi liburan bagi tenaga medis yang berbulan-bulan bekerja dalam tekanan tinggi karena COVID-19.
Perawat sebuah rumah sakit di Spanyol, Yone Alberich dan suaminya menyewa campervan untuk berlibur, demi menghindari kerumunan dan tidak yakin jika harus menginap di hotel.
"Idenya adalah menjauhkan diri dari orang-orang agar terhindar dari infeksi," kata perawat 32 tahun yang memiliki balita dan tinggal di Valencia, Spanyol.
"Dengan adanya COVID-19, apa yang lebih baik daripada berkeliling dengan 'rumah' yang Anda bawa?"
Menurut warta AFP, 90 persen warga Spanyol ogah berpergian ke luar negeri. Sebesar 83 persen di antaranya memilih kendaraan pribadi jika terpaksa keluar rumah. Piknik dengan campervan. (REUTERS/NIGEL RODDIS)
Fabrizio Muzzati, pemilik usaha campervan Aquiestoy Caravaning mengatakan banyak orang yang memilih campervan sebagai alternatif wisata domestik.
"Pada saat seluruh dunia sangat mencari rasa aman, ada banyak orang yang mencoba (campervan) karena keadaan," kata Fabrizio.
Bisnis penyewaan campervan pun menjadi lebih ramai, kata asosiasi campervan ASEICAR, memprediksi bahwa bisnis itu dapat menghidupkan kembali pariwisata pada musim panas.
Jika Anda benar-benar ingin berlibur setelah tiga bulan berada di rumah karena COVID-19, mungkin Anda bisa mencoba piknik menggunakan mobil kemping atau campervan.
Berkelana membawa campervan juga membuat Anda tidak perlu repot menaiki angkutan umum atau pesawat menuju destinasi liburan Anda.
Dilansir AFP, Sabtu (11/7), campervan menjadi solusi liburan bagi tenaga medis yang berbulan-bulan bekerja dalam tekanan tinggi karena COVID-19.
Perawat sebuah rumah sakit di Spanyol, Yone Alberich dan suaminya menyewa campervan untuk berlibur, demi menghindari kerumunan dan tidak yakin jika harus menginap di hotel.
"Idenya adalah menjauhkan diri dari orang-orang agar terhindar dari infeksi," kata perawat 32 tahun yang memiliki balita dan tinggal di Valencia, Spanyol.
"Dengan adanya COVID-19, apa yang lebih baik daripada berkeliling dengan 'rumah' yang Anda bawa?"
Menurut warta AFP, 90 persen warga Spanyol ogah berpergian ke luar negeri. Sebesar 83 persen di antaranya memilih kendaraan pribadi jika terpaksa keluar rumah. Piknik dengan campervan. (REUTERS/NIGEL RODDIS)
Fabrizio Muzzati, pemilik usaha campervan Aquiestoy Caravaning mengatakan banyak orang yang memilih campervan sebagai alternatif wisata domestik.
"Pada saat seluruh dunia sangat mencari rasa aman, ada banyak orang yang mencoba (campervan) karena keadaan," kata Fabrizio.
Bisnis penyewaan campervan pun menjadi lebih ramai, kata asosiasi campervan ASEICAR, memprediksi bahwa bisnis itu dapat menghidupkan kembali pariwisata pada musim panas.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pergi berkemah dengan pacarnya, mahasiswi ini dicabuli pemuda lain di area kemping
31 August 2021 11:06 WIB, 2021
Cultural attractions of the National Cultural Camp in Padang Panjang get MURI record
26 August 2019 16:59 WIB, 2019
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Macan tutul cakar pemuda dan bikin panik warga Maruyung Kabupaten Bandung
05 February 2026 12:36 WIB
Transformasi Bang Dodo (Ridho Riyansa) : Dari meja bankir jadi pionir edukasi digital Sumatra Barat
19 January 2026 19:01 WIB
Sudah optimal, operasi pencarian satu korban KM Putri Saknah di Labuan Bajo ditutup
09 January 2026 22:51 WIB
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh info tak valid terkait air di lubang sinkhole
09 January 2026 20:39 WIB
Angin kencang bikin tiga penerbangan ke Bandara Juanda dialihkan ke Semarang
08 January 2026 18:36 WIB