Kasus positif COVID-19 di Sumsel meningkat menjadi 89
Minggu, 19 April 2020 18:54 WIB
Arsip-Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Nur Purwoko Widodo (ANTARA/Aziz Munajar/20)
Palembang (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali meningkat dari sebelumnya 84 pada 18 April menjadi 89 per 19 April 2020, tapi sebarannya tidak merata.
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Nur Purwoko Widodo, Minggu, mengatakan sebaran yang tidak merata tersebut membuat opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah provinsi belum terpenuhi meski kasus naik signifikan dalam tiga hari terakhir.
"Dari data yang ada dominasi kasus positif banyak di Kota Palembang, mungkin wali kota bersama gubernur akan mendiskusikan PSBB khusus Palembang, kalau untuk sumsel mungkin belum," ujar Nur Purwoko.
Menurut dia PSBB dapat diajukan gubernur, wali kota atau bupati ke Kemenkes RI sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 yang selanjutnya bisa dilaksanakan jika disetujui menteri kesehatan.
Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel per 19 April 2020 tercatat ada 89 kasus positif, lima di antaranya kasus tambahan baru yakni kasus 85 (perempuan 32 tahun asal Palembang), kasus 86 (laki-laki 34 tahun asal Palembang), kasus 87 (perempuan 76 tahun asal Prabumulih), kasus 88 (laki-laki 43 tahun asal Prabumulih) dan kasus 89 (laki-laki 37 tahun asal Palembang).
"Status penularan kelimanya adalah lokal," tambah Nur Purwoko.
Sebanyak 89 total kasus itu tersebar ke 8 dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, yakni 55 kasus berada di Kota Palembang (zona merah), 14 kasus di Kota Prabumulih (zona merah), 3 kasus di Kota Lubuklinggau (zona kuning), 6 kasus di Kabupaten Ogan Komering Ulu (zona kuning).
Empat kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning), 1 kasus di Kabupaten Musi Banyuasin (zona kuning), 2 kasus di Kabupaten Bayuasin, 1 kasus di Muara Enim (zona kuning), 1 kasus di Ogan Ilir dan 2 kasus dari luar Sumsel namun dirawat di Sumsel. Sedangkan kasus sembuh belum ada tambahan atau masih tercatat empat orang dan kasus meninggal tiga orang.
"Kami imbau kepada masyarakat agar tetap melakukan physical distancing dengan mengingatkan satu sama lain, sebab kasusnya naik signifikan tiga hari terakhir," jelas Nur Purwoko.
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Nur Purwoko Widodo, Minggu, mengatakan sebaran yang tidak merata tersebut membuat opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah provinsi belum terpenuhi meski kasus naik signifikan dalam tiga hari terakhir.
"Dari data yang ada dominasi kasus positif banyak di Kota Palembang, mungkin wali kota bersama gubernur akan mendiskusikan PSBB khusus Palembang, kalau untuk sumsel mungkin belum," ujar Nur Purwoko.
Menurut dia PSBB dapat diajukan gubernur, wali kota atau bupati ke Kemenkes RI sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 yang selanjutnya bisa dilaksanakan jika disetujui menteri kesehatan.
Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel per 19 April 2020 tercatat ada 89 kasus positif, lima di antaranya kasus tambahan baru yakni kasus 85 (perempuan 32 tahun asal Palembang), kasus 86 (laki-laki 34 tahun asal Palembang), kasus 87 (perempuan 76 tahun asal Prabumulih), kasus 88 (laki-laki 43 tahun asal Prabumulih) dan kasus 89 (laki-laki 37 tahun asal Palembang).
"Status penularan kelimanya adalah lokal," tambah Nur Purwoko.
Sebanyak 89 total kasus itu tersebar ke 8 dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, yakni 55 kasus berada di Kota Palembang (zona merah), 14 kasus di Kota Prabumulih (zona merah), 3 kasus di Kota Lubuklinggau (zona kuning), 6 kasus di Kabupaten Ogan Komering Ulu (zona kuning).
Empat kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning), 1 kasus di Kabupaten Musi Banyuasin (zona kuning), 2 kasus di Kabupaten Bayuasin, 1 kasus di Muara Enim (zona kuning), 1 kasus di Ogan Ilir dan 2 kasus dari luar Sumsel namun dirawat di Sumsel. Sedangkan kasus sembuh belum ada tambahan atau masih tercatat empat orang dan kasus meninggal tiga orang.
"Kami imbau kepada masyarakat agar tetap melakukan physical distancing dengan mengingatkan satu sama lain, sebab kasusnya naik signifikan tiga hari terakhir," jelas Nur Purwoko.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam meroket Rp40.000 ke angka Rp2,703 juta/gr, Senin (19/01/2026)
19 January 2026 9:42 WIB
Harga dua jenama emas di Pegadaian kompak stabil, hari ini Senin (19/01/2026)
19 January 2026 9:04 WIB
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Senin (19/01/2026)
19 January 2026 4:20 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB