Kepri masih kaji penerapan PSBB
Jumat, 10 April 2020 19:34 WIB
Plt Gubernur Kepri Isdianto membagi-bagikan masker kepada masyarakat Kota Batam, Jumat (10/4) (Dok Pemprov Kepri)
Batam (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau masih akan mengaji kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan belum memutuskan untuk menerapkannya.
Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Jumat, mengatakan pemerintah perlu mengkaji kebijakan tersebut, agar tidak menimbulkan masalah baru, setelah pandemi berlalu.
"Kami akan cari sandaran hukum yang jelas. Kami khawatir selesai COVID-19 timbul persoalan. eh karena itu, akan kita pelajari dan kalau memang bermanfaat untuk masyarakat kenapa tidak," kata Isdianto.
Ia mengajak seluruh masyarakat bahu membahu mencegah dan menangani penyebaran COVID-19. "Jika semua bersatu padu, kita harap Kepri virus korona cepat sirna dan tidak ada virus lagi," kata dia.
Isdianto yang juga menjabat Ketua PMI Kepri membagikan 8.000 kotak masker untuk warga Kota Batam di beberapa tempat umum, di antaranya pasar di Batuaji dan Sagulung.
Ia menyatakan masyarakat harus mengikuti setiap instruksi atau imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memutuskan rantai penyebaran Virus Corona di tengah masyarakat.
"Maka dari itu harapan kita, masyarakat kita semakin membudaya menggunakan masker dan virus Corona tidak akan menular ke mana-mana," kata Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan warga untuk mengurangi kegiatan di tempat keramaian dan terus menjaga kesehatan.
Sementara itu,seorang warga, Iwan berharap semakin banyak pejabat yang mau turun membagikan masker. "Kami minta masker lebih banyak lagi dan pejabat-pejabat yang lain juga dapat turun berbagi masker dan ajak warga semua gunakan masker," kata Iwan.
Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Jumat, mengatakan pemerintah perlu mengkaji kebijakan tersebut, agar tidak menimbulkan masalah baru, setelah pandemi berlalu.
"Kami akan cari sandaran hukum yang jelas. Kami khawatir selesai COVID-19 timbul persoalan. eh karena itu, akan kita pelajari dan kalau memang bermanfaat untuk masyarakat kenapa tidak," kata Isdianto.
Ia mengajak seluruh masyarakat bahu membahu mencegah dan menangani penyebaran COVID-19. "Jika semua bersatu padu, kita harap Kepri virus korona cepat sirna dan tidak ada virus lagi," kata dia.
Isdianto yang juga menjabat Ketua PMI Kepri membagikan 8.000 kotak masker untuk warga Kota Batam di beberapa tempat umum, di antaranya pasar di Batuaji dan Sagulung.
Ia menyatakan masyarakat harus mengikuti setiap instruksi atau imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memutuskan rantai penyebaran Virus Corona di tengah masyarakat.
"Maka dari itu harapan kita, masyarakat kita semakin membudaya menggunakan masker dan virus Corona tidak akan menular ke mana-mana," kata Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan warga untuk mengurangi kegiatan di tempat keramaian dan terus menjaga kesehatan.
Sementara itu,seorang warga, Iwan berharap semakin banyak pejabat yang mau turun membagikan masker. "Kami minta masker lebih banyak lagi dan pejabat-pejabat yang lain juga dapat turun berbagi masker dan ajak warga semua gunakan masker," kata Iwan.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mijoo Lovelyz dan Jessi hentikan semua kegiatan usai dinyatakan positif COVID-19
24 February 2022 6:14 WIB, 2022
BPOM terbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinopharm untuk penguat
02 February 2022 10:38 WIB, 2022
Kemenkes sebut booster tingkatkan titer antibodi lawan infeksi COVID-19
16 January 2022 13:17 WIB, 2022
Dolar berakhir sedikit melemah dalam perdagangan liburan yang tenang
30 December 2021 6:47 WIB, 2021
Empat strategi pemerintah untuk atasi penularan SARS-CoV-2 varian Omicron
27 December 2021 9:01 WIB, 2021
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik di Sumbar paling trending di akhir 2025
01 January 2026 7:08 WIB