1.818 warga Agam manfaatkan sensus penduduk secara daring
Kamis, 12 Maret 2020 17:08 WIB
Sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat mengikuti sensus penduduk secara mandiri melalui sistem berbasis daring atau "online". (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Lubukbasung, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat 1.818 kepala keluarga di daerah itu memanfaatkan sensus secara daring atau online.
"Ini data monitoring internal BPS pada Kamis (12/3) pagi," kata Kasubag Tata Usaha BPS Agam Muhammad Hafis saat sosialisasi sensus penduduk secara daring bagi pengurus PWI Agam, Kamis.
Ia mengatakan sensus penduduk secara daring ini dengan target 10.500 dari 148.000 kepala keluarga di daerah itu atau tujuh persen.
Saat ini partisipasi masyarakat memanfaatkan sensus secara daring itu 12 persen.
"Partisipasi masyarakat mengisi data kependudukan secara daring masih rendah," katanya.
Agar target itu tercapai, tambahnya BPS Agam menurunkan tim dengan jumlah 25 orang untuk menjemput bola ke masyarakat, generasi milenial, kelompok dan lainnya.
BPS akan gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, aparatur sipil negara dan lainnya dengan waktu tersisa selama 18 hari.
"Minggu depan kita akan melakukan sosialisasi ke organisasi perangkat daerah, sekolah dan lainnya," katanya.
Ia menambahkan, bagi warga yang tidak terdaftar secara daring, maka 703 orang petugas melakukan pencacahan ke lapangan
Ini mengingat bahwa sensus penduduk itu dilakukan secara dua tahap yakni, secara daring dan turun ke lapangan.
"Petugas akan turun ke lapangan untuk pencacahan pada 1-31 Juli 2020," katanya.
Ketua PWI Agam, Mursyidi menambahkan sosialisasi ini sangat membantu pengurus PWI setempat untuk mengisi data secara daring.
"Ini sangat membantu kami dalam mengisi data kependudukan dan kita akan memberikan informasi kepada masyarakat agar mengisi data secara daring menjelang jadwalnya," katanya.
"Ini data monitoring internal BPS pada Kamis (12/3) pagi," kata Kasubag Tata Usaha BPS Agam Muhammad Hafis saat sosialisasi sensus penduduk secara daring bagi pengurus PWI Agam, Kamis.
Ia mengatakan sensus penduduk secara daring ini dengan target 10.500 dari 148.000 kepala keluarga di daerah itu atau tujuh persen.
Saat ini partisipasi masyarakat memanfaatkan sensus secara daring itu 12 persen.
"Partisipasi masyarakat mengisi data kependudukan secara daring masih rendah," katanya.
Agar target itu tercapai, tambahnya BPS Agam menurunkan tim dengan jumlah 25 orang untuk menjemput bola ke masyarakat, generasi milenial, kelompok dan lainnya.
BPS akan gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, aparatur sipil negara dan lainnya dengan waktu tersisa selama 18 hari.
"Minggu depan kita akan melakukan sosialisasi ke organisasi perangkat daerah, sekolah dan lainnya," katanya.
Ia menambahkan, bagi warga yang tidak terdaftar secara daring, maka 703 orang petugas melakukan pencacahan ke lapangan
Ini mengingat bahwa sensus penduduk itu dilakukan secara dua tahap yakni, secara daring dan turun ke lapangan.
"Petugas akan turun ke lapangan untuk pencacahan pada 1-31 Juli 2020," katanya.
Ketua PWI Agam, Mursyidi menambahkan sosialisasi ini sangat membantu pengurus PWI setempat untuk mengisi data secara daring.
"Ini sangat membantu kami dalam mengisi data kependudukan dan kita akan memberikan informasi kepada masyarakat agar mengisi data secara daring menjelang jadwalnya," katanya.
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disdukcapil Agam rekam data KTP-EL ke rumah warga bantu dapatkan Adminduk (Video)
28 April 2025 12:51 WIB
Pemerintah fokus salurkan bantuan pada 3,1 juta penduduk miskin ekstrim
30 January 2025 19:11 WIB, 2025
Jumlah Penduduk Pesisir Selatan per 16 Desember 2024 Capai 531.494 Jiwa
17 December 2024 10:24 WIB, 2024
Dukung program UHC, Dinas Dukcapil Tanah Datar dorong penduduk 16 tahun keatas segera rekam KTP-EL
20 September 2024 13:03 WIB, 2024