Dirjen Dikti Luncurkan gerakan merdeka belajar di UNP
Kamis, 5 Maret 2020 19:40 WIB
Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof. Nizam meluncurkan gerakan merdeka belajar, kampus merdeka di UNP (Antara/Agung Pambudi)
Padang, (ANTARA) - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam meluncurkan gerakan merdeka belajar, kampus merdeka di Universitas Negeri Padang, Kamis.
Pada kesempatan itu Prof Nizam menyatakan perguruan tinggi bisa menjadi museum dan ditinggalkan oleh pembelajarnya jika tidak melakukan perubahan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menyampaikan tujuan merdeka belajar adalah melepas ruang ruang sempit menuju sumber pembelajaran yang amat luas di luar ruang kelas.
Nizam memaparkan program kampus merdeka mengatur empat aspek yaitu pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi berbadan hukum dan hak belajar tiga semester di luar program studi.
Untuk hak belajar di luar program studi perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela mengambil SKS di luar perguruan tinggi dua semester atau setara dengan 40 SKS.
"Pemerintah menggagas program kampus merdeka agar lahir manusia unggul yang kreatif dan dan berdaya guna serta adaptif terhadap perkembangan yang ada," katanya.
Rektor UNP, Prof. Ganefri menyampaikan semua jajaran pimpinan UNP dan mahasiswa berkomitmen untuk mengimplementasikan gerakan merdeka belajar, kampus merdeka ini.
Selain itu, Ganefri juga berharap melalui program ini mahasiswa di beri kebebasan untuk meningkatkan kompetensi di luar prodi yang diambil.
Ganefri menambahkan program ini akan dimulai Desember 2020.
"Nantinya kami akan koordinasi juga dengan universitas lain. Lima semester dirumuskan koornya. Namun, ini hanya pilihan tidak wajib bagi semua mahasiswa," katanya.
Pada kesempatan tersebut, UNP juga melakukan penandatanganan dengan 15 perusahaan BUMN dan swasta. Diantaranya, PT. Semen Padang, Telkom, PT. Kunango Jantan, Ruang guru dan beberapa hotel ternama di Sumbar.
Pada kesempatan itu Prof Nizam menyatakan perguruan tinggi bisa menjadi museum dan ditinggalkan oleh pembelajarnya jika tidak melakukan perubahan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menyampaikan tujuan merdeka belajar adalah melepas ruang ruang sempit menuju sumber pembelajaran yang amat luas di luar ruang kelas.
Nizam memaparkan program kampus merdeka mengatur empat aspek yaitu pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi berbadan hukum dan hak belajar tiga semester di luar program studi.
Untuk hak belajar di luar program studi perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela mengambil SKS di luar perguruan tinggi dua semester atau setara dengan 40 SKS.
"Pemerintah menggagas program kampus merdeka agar lahir manusia unggul yang kreatif dan dan berdaya guna serta adaptif terhadap perkembangan yang ada," katanya.
Rektor UNP, Prof. Ganefri menyampaikan semua jajaran pimpinan UNP dan mahasiswa berkomitmen untuk mengimplementasikan gerakan merdeka belajar, kampus merdeka ini.
Selain itu, Ganefri juga berharap melalui program ini mahasiswa di beri kebebasan untuk meningkatkan kompetensi di luar prodi yang diambil.
Ganefri menambahkan program ini akan dimulai Desember 2020.
"Nantinya kami akan koordinasi juga dengan universitas lain. Lima semester dirumuskan koornya. Namun, ini hanya pilihan tidak wajib bagi semua mahasiswa," katanya.
Pada kesempatan tersebut, UNP juga melakukan penandatanganan dengan 15 perusahaan BUMN dan swasta. Diantaranya, PT. Semen Padang, Telkom, PT. Kunango Jantan, Ruang guru dan beberapa hotel ternama di Sumbar.
Pewarta : Agung Pambudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Beri kuliah umum di Unsoed, Dirut ANTARA ajak mahasiswa perkuat literasi media
08 May 2026 20:12 WIB
ISI Padangpanjang buktikan kesiapan, UTBK-SNBT 2026 berjalan aman, nyaman dan profesional
24 April 2026 16:40 WIB
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah gelar Focus Group Discussion revisi visi dan misi
20 April 2026 12:01 WIB
Guru besar UIN Raden Fattah: STAI Ar Risalah miliki strategi jitu hadapi globalisasi
17 April 2026 14:15 WIB
Polda Sumatera Barat - Universitas Bung Hatta jalin kerja sama bidang pendidikan
07 March 2026 13:57 WIB