Flu burung di Palembang
Jumat, 7 Februari 2020 17:20 WIB
Ayam mati mendadak di kawasan Sekojo Kecamatan Kalidoni dinyatakan positif flu burung. (ANTARA/Aziz Munajar/HO-drh. Jafrizal/20).
Palembang (ANTARA) - Virus Flu Burung (H5N1) kembali ditemukan di Kota Palembang setelah uji sampel terhadap ratusan ayam kampung yang mati mendadak di Kecamatan Kalidoni pada awal Januari 2020.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan (Sumsel), drh. Jafrizal di Palembang, Jumat, menjelaskan sebelumnya kasus ayam mati mendadak juga terjadi di Kecamatan Plaju pada November 2019, namun pihaknya tidak bisa menguji sampel ayam tersebut karena sudah dimusnahkan semua sebelum diperiksa.
"Untuk kasus yang di Sekojo Kalidoni kami berhasil bawa sampel ke Balai Veteriner Lampung dan akhir Januari kemarin sudah ada surat resmi bahwa itu positif flu burung," ujar drh. Jafrizal.
Menurut dia cepatnya penularan virus hingga mematikan ratusan ayam hanya dalam beberapa hari di Plaju dan Sekojo tersebut menjadi indikasi kuat adanya virus Flu Burung yang punya potensi menular ke manusia karena bersiat zoonosis.
Namun peternak dari ratusan ayam tersebut juga sudah dipastikan masih aman dari kontaminasi virus dan diberikan edukasi terkait pola peternakan yang baik, sebab pihaknya melihat munculnya virus Flu Burung itu turut dipicu tata kelola peternakannya.
"Pola pemeliharaan peternak rakyat itu kan ayamnya dilepas liarkan saja kemana-mana bahkan ada yang di pohon-pohon, amat berbeda jika dibandingkan peternakan komersil yang ayamnya dikandang dan divaksinasi," tambah drh.Jafrizal.
Temuan virus Flu Burung awal 2020 itu, menjadi yang pertama sejak kasus terakhir ditemukan pada 2015, kata dia Kota Palembang sendiri punya banyak riwayat temuan kasus sejak wabah H5N1 tersebut muncul pada 2008.
"Tahun 2018 kami sempat canangkan Kota Palembang bebas Flu Burung karena tidak ada temuan, tapi sekarang malah muncul lagi," tambahnya.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir namun tetap waspada terutama saat berinteraksi langsung dengan unggas, masyarakat perlu memperkuat imunitas tubuh agar virus-virus tidak mudah masuk.
"Penularan virus Flu Burung itu melalui pernafasan lewat kontak langsung dengan unggasnya, tapi jika imunitas tubuh kuat kemungkinan tertularnya lebih kecil," demikian drh. Jafrizal.
Pihaknya juga telah melaporkan temuan tersebut ke Dinkes Kota Palembang untuk ditindaklanjuti, mengingat cuaca estrem yang tengah melanda wilayah itu berpotensi mendorong penyebaran penyakit antar hewan.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan (Sumsel), drh. Jafrizal di Palembang, Jumat, menjelaskan sebelumnya kasus ayam mati mendadak juga terjadi di Kecamatan Plaju pada November 2019, namun pihaknya tidak bisa menguji sampel ayam tersebut karena sudah dimusnahkan semua sebelum diperiksa.
"Untuk kasus yang di Sekojo Kalidoni kami berhasil bawa sampel ke Balai Veteriner Lampung dan akhir Januari kemarin sudah ada surat resmi bahwa itu positif flu burung," ujar drh. Jafrizal.
Menurut dia cepatnya penularan virus hingga mematikan ratusan ayam hanya dalam beberapa hari di Plaju dan Sekojo tersebut menjadi indikasi kuat adanya virus Flu Burung yang punya potensi menular ke manusia karena bersiat zoonosis.
Namun peternak dari ratusan ayam tersebut juga sudah dipastikan masih aman dari kontaminasi virus dan diberikan edukasi terkait pola peternakan yang baik, sebab pihaknya melihat munculnya virus Flu Burung itu turut dipicu tata kelola peternakannya.
"Pola pemeliharaan peternak rakyat itu kan ayamnya dilepas liarkan saja kemana-mana bahkan ada yang di pohon-pohon, amat berbeda jika dibandingkan peternakan komersil yang ayamnya dikandang dan divaksinasi," tambah drh.Jafrizal.
Temuan virus Flu Burung awal 2020 itu, menjadi yang pertama sejak kasus terakhir ditemukan pada 2015, kata dia Kota Palembang sendiri punya banyak riwayat temuan kasus sejak wabah H5N1 tersebut muncul pada 2008.
"Tahun 2018 kami sempat canangkan Kota Palembang bebas Flu Burung karena tidak ada temuan, tapi sekarang malah muncul lagi," tambahnya.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir namun tetap waspada terutama saat berinteraksi langsung dengan unggas, masyarakat perlu memperkuat imunitas tubuh agar virus-virus tidak mudah masuk.
"Penularan virus Flu Burung itu melalui pernafasan lewat kontak langsung dengan unggasnya, tapi jika imunitas tubuh kuat kemungkinan tertularnya lebih kecil," demikian drh. Jafrizal.
Pihaknya juga telah melaporkan temuan tersebut ke Dinkes Kota Palembang untuk ditindaklanjuti, mengingat cuaca estrem yang tengah melanda wilayah itu berpotensi mendorong penyebaran penyakit antar hewan.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nagari Lasi Agam resmikan larangan perburuan burung di sekitar Gunung Marapi
19 October 2025 18:05 WIB
BKSDA Sumbar lakukan pengawasan peredaran satwa dilindungi di Agam (Video)
26 September 2025 14:53 WIB
Peringatan tabrakan burung dikeluarkan sesaat sebelum Jeju Air jatuh
29 December 2024 18:47 WIB, 2024
Peringati HSP Ke-96, Pemko Padang Gelar Kontes Batu Akik, Pameran Bonsai dan Lomba Burung Balam
03 November 2024 4:49 WIB, 2024
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB