Warga Solok Selatan diminta berpartisipasi dalam sensus daring
Selasa, 4 Februari 2020 15:24 WIB
Kepala BPS Solok Selatan, Abdul Razi. (Antara/Erik IA)
Padang Aro, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat meminta masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam sensus penduduk sistem dalam jaringan (daring) atau online yang mulai dulaksanakan dari 15 Februari sampai 31 Maret 2020.
"Masyarakat cukup membuka link sensus.bps.go.id bisa melalui telepon pintar atau laptop dan isi sendiri datanya," kata Kepala BPS Solok Selatan Abdul Razi di Padang Aro, Selasa.
Dia mengatakan, untuk sensus penduduk secara daring ini lebih diutamakan bagi masyarakat yang sudah melek tekhnologi seperti ASN, pelajar dan karyawan diperusahaan.
"Kami menargetkan 15 persen penduduk Solok Selatan melaksanakan sensus penduduk secara daring," ujarnya.
Dia menyebutkan, di beberapa daerah di Solok Selatan memang masih ada titik blankspot tetapi disemua ibu kota Kecamatan sudah ada jaringan internet.
Yang menjadi kendala dalam sensus daring ini katanya, yaitu masih adanya daerah blankspot serta rata-rata pendidikan masyarakat yang masih rendah.
"Rata-rata sekolah masyarakat di Solok Selatan hanya delapan tahun atau hanya sampai kelas dua SMP," ujarnya.
Pihaknya akan melakukan sosialisasi ke pelajar tingkat SMA sederajat untuk sosialisasi sensus penduduk daring.
Dengan pelajar mengetahui caranya katanya, diharapkan mereka bisa memandu orang tua atau keluarganya dalam melakukan sensus daring.
Selain itu pihaknya juga akan turun ke Kecamatan melaksanakan rakor dengan Nagari sekaligus sosialisasi sensus daring.
"Sosialisasi ke sekolah dan ke Nagari akan dilakukan mulai 15 Februari 2020 sebab saat itu linknya baru bisa diakses sehingga kami bisa mencontohkan bagaimana caranya," ujarnya.
Saat ini pihak BPS baru melakukan sosialisasi sensus penduduk daring melalui media sosial dengan sasaran kaum milenial.
Dia menambahkan, setelah melakukan sensus daring BPS juga akan melakukan sensus dengan mendatangi langsung warga dimulai pada Juli 2020.
"Setelah sensus daring kami juga melaksanakan sensus dengan wawancara langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Saat sensus katanya, juga akan ditanya kondisi rumah penduduk tersebut seperti sanitasi, status rumah hingga liatrik yang digunakan.
Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam sensus daring yang dilaksanakan BPS.
"Masyarakat diharapkan memberikan data yang diminta BPS selama sensus dan saya mengajak peran aktif warga dalam sensus daring," kata dia. (*)
"Masyarakat cukup membuka link sensus.bps.go.id bisa melalui telepon pintar atau laptop dan isi sendiri datanya," kata Kepala BPS Solok Selatan Abdul Razi di Padang Aro, Selasa.
Dia mengatakan, untuk sensus penduduk secara daring ini lebih diutamakan bagi masyarakat yang sudah melek tekhnologi seperti ASN, pelajar dan karyawan diperusahaan.
"Kami menargetkan 15 persen penduduk Solok Selatan melaksanakan sensus penduduk secara daring," ujarnya.
Dia menyebutkan, di beberapa daerah di Solok Selatan memang masih ada titik blankspot tetapi disemua ibu kota Kecamatan sudah ada jaringan internet.
Yang menjadi kendala dalam sensus daring ini katanya, yaitu masih adanya daerah blankspot serta rata-rata pendidikan masyarakat yang masih rendah.
"Rata-rata sekolah masyarakat di Solok Selatan hanya delapan tahun atau hanya sampai kelas dua SMP," ujarnya.
Pihaknya akan melakukan sosialisasi ke pelajar tingkat SMA sederajat untuk sosialisasi sensus penduduk daring.
Dengan pelajar mengetahui caranya katanya, diharapkan mereka bisa memandu orang tua atau keluarganya dalam melakukan sensus daring.
Selain itu pihaknya juga akan turun ke Kecamatan melaksanakan rakor dengan Nagari sekaligus sosialisasi sensus daring.
"Sosialisasi ke sekolah dan ke Nagari akan dilakukan mulai 15 Februari 2020 sebab saat itu linknya baru bisa diakses sehingga kami bisa mencontohkan bagaimana caranya," ujarnya.
Saat ini pihak BPS baru melakukan sosialisasi sensus penduduk daring melalui media sosial dengan sasaran kaum milenial.
Dia menambahkan, setelah melakukan sensus daring BPS juga akan melakukan sensus dengan mendatangi langsung warga dimulai pada Juli 2020.
"Setelah sensus daring kami juga melaksanakan sensus dengan wawancara langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Saat sensus katanya, juga akan ditanya kondisi rumah penduduk tersebut seperti sanitasi, status rumah hingga liatrik yang digunakan.
Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam sensus daring yang dilaksanakan BPS.
"Masyarakat diharapkan memberikan data yang diminta BPS selama sensus dan saya mengajak peran aktif warga dalam sensus daring," kata dia. (*)
Pewarta : Erik Ifansyah Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jumlah penduduk miskin Solok Selatan berkurang jadi 11.810 jiwa pada 2022
01 February 2023 13:11 WIB, 2023
Data BPS, penduduk miskin Solok Selatan bertambah 1.020 jiwa pada 2021
13 April 2022 14:26 WIB, 2022
Seharusnya ulama dilindungi, Menag: Alasan apapun tidak benarkan penusukan Syekh Ali Jaber
15 September 2020 6:21 WIB, 2020
Anggaran dipotong, beban kerja petugas sensus BPS Solok Selatan bertambahakibat pandemiCOVID-19
01 July 2020 11:44 WIB, 2020
Arab Saudi putuskan batasi jamaah haji, ini tanggapan Menteri Agama Fachrul Razi
23 June 2020 9:43 WIB, 2020