Ternyata ini khasiat siwak untuk menjaga kesehatan gigi
Jumat, 31 Januari 2020 17:20 WIB
Seorang penjual memotong pohon Siwak (Salvadora Persica) di pasar Bab Makkah, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (23/11). (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)
Jakarta, (ANTARA) - Siwak, dahan atau akar pohon Salvadora persica telah dikenal sejak 3500 SM mampu menjaga kesehatan gigi, jaringan penyangga gigi dan gusi.
"Siwak punya manfaat antimikroba, menghambat pertumbuhan bakteri untuk mencegah dua penyakit yang umum terjadi yakni gigi berlubang dan penyakit gusi," kata pakar kesehatan gigi dan mulut drg. Ratu Mirah Afifah di Jakarta, Jumat.
Berbagai penelitian modern membuktikan siwak juga bisa menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri serta menguatkan permukaan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang.
Selain itu, siwak juga dapat menghentikan pendarahan dan peradangan gusi, menstimulasi peningkatan produksi air liur yang berfungsi menetralkan kondisi asam di mulut
Saat ini, siwak sudah diekstrak dan digunakan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pasta gigi. Ada juga produsen pasta gigi yang menambahkan mint untuk memberikan kesegaran nafas.
"Ekstrak siwak ditambahkan ke pasta gigi, sehingga tetap bisa memberikan manfaat," kata Mirah.
Lalu, apakah frekuensi menyikat gigi menggunakan pasta gigi bersiwak sama seperti pasta gigi pada umumnya?
"Memang Rasulullah (shallallahu ' alaihi wa sallam) mengajurkan lima kali. Kalau dilakukan dapat sunnahnya. Dari sisi kesehatan pastinya lebih baik. Kuncinya membersihkan mulut dengan alat yang tepat," tutur Mirah.
Durasi menyikat gigi yang disarankan para pakar kesehatan gigi yakni dua menit untuk meminimalisir risiko menyisakan partikel makanan di gigi dan sela-selanya.
Namun Mirah mengingatkan untuk tidak langsung menyikat gigi setelah makan, atau beri jeda dulu agar email gigi tidak rusak.
"Makanan bisa mengandung asam. Ketika mulut (asam) kalau langsung sikat gigi email gigi bisa hancur, meskipun email bagian keras," kata Mirah. (*)
"Siwak punya manfaat antimikroba, menghambat pertumbuhan bakteri untuk mencegah dua penyakit yang umum terjadi yakni gigi berlubang dan penyakit gusi," kata pakar kesehatan gigi dan mulut drg. Ratu Mirah Afifah di Jakarta, Jumat.
Berbagai penelitian modern membuktikan siwak juga bisa menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri serta menguatkan permukaan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang.
Selain itu, siwak juga dapat menghentikan pendarahan dan peradangan gusi, menstimulasi peningkatan produksi air liur yang berfungsi menetralkan kondisi asam di mulut
Saat ini, siwak sudah diekstrak dan digunakan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pasta gigi. Ada juga produsen pasta gigi yang menambahkan mint untuk memberikan kesegaran nafas.
"Ekstrak siwak ditambahkan ke pasta gigi, sehingga tetap bisa memberikan manfaat," kata Mirah.
Lalu, apakah frekuensi menyikat gigi menggunakan pasta gigi bersiwak sama seperti pasta gigi pada umumnya?
"Memang Rasulullah (shallallahu ' alaihi wa sallam) mengajurkan lima kali. Kalau dilakukan dapat sunnahnya. Dari sisi kesehatan pastinya lebih baik. Kuncinya membersihkan mulut dengan alat yang tepat," tutur Mirah.
Durasi menyikat gigi yang disarankan para pakar kesehatan gigi yakni dua menit untuk meminimalisir risiko menyisakan partikel makanan di gigi dan sela-selanya.
Namun Mirah mengingatkan untuk tidak langsung menyikat gigi setelah makan, atau beri jeda dulu agar email gigi tidak rusak.
"Makanan bisa mengandung asam. Ketika mulut (asam) kalau langsung sikat gigi email gigi bisa hancur, meskipun email bagian keras," kata Mirah. (*)
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anda tak perlu khawatir, Dokter pastikan pasta gigi berflouride aman digunakan
25 March 2022 18:13 WIB, 2022
Gara-gara membeli pasta gigi, pelatih Augsburg harus absen saat Bundesliga dimulai
15 May 2020 8:06 WIB, 2020