Jasad Brigadir Hendra, polisi korban amukan massa di Papua diterbangkan ke Riau
Kamis, 19 Desember 2019 14:42 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra (kiri). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bahwa mendiang Brigadir Hendra Saut Sibarani, korban penyerangan massa di Yahukimo, Papua, akan diterbangkan ke Riau, pada Kamis sore.
"Saat ini jenazah masih ada di Sentani. Akan diterbangkan pada hari ini dari Bandara Sentani pada pukul 17.00 WIT," kata Kombes Asep di sela-sela Seminar Nasional bertajuk Manajemen Media oleh Humas Polri di Era Disrupsi 4.0 Dalam Menghadapi Radikalisme, di Jakarta, Kamis.
Brigadir Hendra adalah seorang anggota Brimob Polda Riau yang sedang diperbantukan di Polres Yahukimo. Hendra tewas setelah dianiaya warga di Yahukimo, Papua pada Rabu (18/12).
Selain Hendra, terdapat dua korban lain yang mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh sekelompok warga, yaitu Bripda Agustinus Nabu dan Nikolaus Ribo Situr.
Selain korban jiwa, terdapat dua unit kendaraan yang turut dibakar massa.
Peristiwa penganiayaan ini bermula ketika seorang warga yang buang air kecil di samping pos penjagaan Mapolres Yahukimo ditegur oleh salah satu anggota penjagaan. Namun warga tersebut membalasnya dengan kata-kata kasar dan makian.
Kejadian tersebut berkembang menjadi pertengkaran besar yang berujung pemukulan terhadap Kepala SPKT Bripka Toniwi Pareme dan pelemparan batu terhadap polisi lainnya.
"Saat ini jenazah masih ada di Sentani. Akan diterbangkan pada hari ini dari Bandara Sentani pada pukul 17.00 WIT," kata Kombes Asep di sela-sela Seminar Nasional bertajuk Manajemen Media oleh Humas Polri di Era Disrupsi 4.0 Dalam Menghadapi Radikalisme, di Jakarta, Kamis.
Brigadir Hendra adalah seorang anggota Brimob Polda Riau yang sedang diperbantukan di Polres Yahukimo. Hendra tewas setelah dianiaya warga di Yahukimo, Papua pada Rabu (18/12).
Selain Hendra, terdapat dua korban lain yang mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh sekelompok warga, yaitu Bripda Agustinus Nabu dan Nikolaus Ribo Situr.
Selain korban jiwa, terdapat dua unit kendaraan yang turut dibakar massa.
Peristiwa penganiayaan ini bermula ketika seorang warga yang buang air kecil di samping pos penjagaan Mapolres Yahukimo ditegur oleh salah satu anggota penjagaan. Namun warga tersebut membalasnya dengan kata-kata kasar dan makian.
Kejadian tersebut berkembang menjadi pertengkaran besar yang berujung pemukulan terhadap Kepala SPKT Bripka Toniwi Pareme dan pelemparan batu terhadap polisi lainnya.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panitia musda Golkar Dharmasraya tetapkan Adi Gunawan sebagai calon tunggal
18 October 2025 18:20 WIB
Presiden Jokowi tunjuk Kepala Bapanas sebagai Pelaksana Tugas Mentan
06 October 2023 14:32 WIB, 2023
Bareskrim periksa Amanda Manopodengan 34 pertanyaan soal judi daring
03 October 2023 10:12 WIB, 2023
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB