Solok Selatan kembangkan kopi arabika organik
Sabtu, 23 November 2019 10:16 WIB
Petani kopi. (ANTARA)
Padang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengarahkan petani setempat membudidayakan kopi arabika tanpa menggunakan pupuk kimia.
"Kami mengarahkan menggunakan pupuk organik, bahkan bantuan pupuk dari pemerintah juga pupuk organik," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Solok Selatan, Wandra saat dikonfirmasi dari Padang, Jumat.
Kopi asal Solok Selatan, sebutnya bukan saja merambah pasar Sumatera Barat, melainkan telah sampai di luar provinsi seperti Bandung, Medan, dan Jakarta. "Potensi pasar kopi organik luas sehingga kami mengarahkan ke sana," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kopi Minang Sumatera Barat, Attila Majidi Datuk Sibungsu menjamin kopi arabika dari Solok Selatan merupakan kopi organik. "Kopi arabika Solok Selatan tanpa residu pestisida," ujar pemilik kafe kopi Datuk ini.
Ia mengungkapkan harga jual kopi arabika lebih mahal dibanding kopi robusta. Kopi arabika dalam bentuk green bean mencapai Rp150.000 gram, sementara untuk bubuk mencapai Rp500.000 per kilogram.
"Bahkan untuk kopi wine mencapai Rp1 juta per kilogram. Untuk kopi wine di Solok Selatan baru tiga prosesor karena mengolah cukup memakan waktu sampai dua bulan," ujarnya.
Ia menambahkan pemasaran kopi asal Solok Selatan sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia. "Bahkan telah sampai di Papua," ujarnya.
Untuk ekspor, menurut dia, bukan sebuah keniscayaan karena telah ada permintaan dari Australia dan Amerika Serikat. Namun, yang menjadi kendala adalah keterbatasan produksi. "Permintaan ekspor biasanya ada spesifikasinya dan pasti sudah SNI. Ini menjadi pekerjaan pemerintah," ujarnya.
Pengembangan kopi Arabika di Solok Selatan sudah dimulai sejak 2012 di daerah Letter W, Kecamatan Sangir. Varietas yang dikembang adalah Sigararutang dan Andung Sari.
Secara pertahap, pemerintah setempat terus menambah luas penanaman kopi Arabika dengan penyebaran diperluas di tiga kecamatan, yakni Camintoran, Timbarau di Kecamatan Sangir, Sentral Kecamatan Pauh Duo dan di Pakan Rabaa serta Pakan Rabaa Utara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.
Pada 2019, pemerintah setempat menambah luas tanaman kopi seluas 100 hektare senilai Rp539 juta. Bantuan pengembangan kopi arabika diberikan untuk sembilan kelompok tani di tiga Kecamatan.
Untuk Kecamatan Sangir diberikan untuk 44 hektare tani, Pauah Duo 20 hektare dan Koto Parik Gadang Diateh 26 hektare. Bantuan ini bukan hanya bibit tetapi juga diberikan pupuk organik sebanyak 47,5 ton serta pohon pelindung 20 ribu batang.
"Kami mengarahkan menggunakan pupuk organik, bahkan bantuan pupuk dari pemerintah juga pupuk organik," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Solok Selatan, Wandra saat dikonfirmasi dari Padang, Jumat.
Kopi asal Solok Selatan, sebutnya bukan saja merambah pasar Sumatera Barat, melainkan telah sampai di luar provinsi seperti Bandung, Medan, dan Jakarta. "Potensi pasar kopi organik luas sehingga kami mengarahkan ke sana," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kopi Minang Sumatera Barat, Attila Majidi Datuk Sibungsu menjamin kopi arabika dari Solok Selatan merupakan kopi organik. "Kopi arabika Solok Selatan tanpa residu pestisida," ujar pemilik kafe kopi Datuk ini.
Ia mengungkapkan harga jual kopi arabika lebih mahal dibanding kopi robusta. Kopi arabika dalam bentuk green bean mencapai Rp150.000 gram, sementara untuk bubuk mencapai Rp500.000 per kilogram.
"Bahkan untuk kopi wine mencapai Rp1 juta per kilogram. Untuk kopi wine di Solok Selatan baru tiga prosesor karena mengolah cukup memakan waktu sampai dua bulan," ujarnya.
Ia menambahkan pemasaran kopi asal Solok Selatan sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia. "Bahkan telah sampai di Papua," ujarnya.
Untuk ekspor, menurut dia, bukan sebuah keniscayaan karena telah ada permintaan dari Australia dan Amerika Serikat. Namun, yang menjadi kendala adalah keterbatasan produksi. "Permintaan ekspor biasanya ada spesifikasinya dan pasti sudah SNI. Ini menjadi pekerjaan pemerintah," ujarnya.
Pengembangan kopi Arabika di Solok Selatan sudah dimulai sejak 2012 di daerah Letter W, Kecamatan Sangir. Varietas yang dikembang adalah Sigararutang dan Andung Sari.
Secara pertahap, pemerintah setempat terus menambah luas penanaman kopi Arabika dengan penyebaran diperluas di tiga kecamatan, yakni Camintoran, Timbarau di Kecamatan Sangir, Sentral Kecamatan Pauh Duo dan di Pakan Rabaa serta Pakan Rabaa Utara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.
Pada 2019, pemerintah setempat menambah luas tanaman kopi seluas 100 hektare senilai Rp539 juta. Bantuan pengembangan kopi arabika diberikan untuk sembilan kelompok tani di tiga Kecamatan.
Untuk Kecamatan Sangir diberikan untuk 44 hektare tani, Pauah Duo 20 hektare dan Koto Parik Gadang Diateh 26 hektare. Bantuan ini bukan hanya bibit tetapi juga diberikan pupuk organik sebanyak 47,5 ton serta pohon pelindung 20 ribu batang.
Pewarta : Joko Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kopi menjadi tanaman primadona di Solok Selatan, produksi 2019 meningkat 454 ton
18 January 2020 10:49 WIB, 2020
Minat masyarakat Solok Selatan mengembangkan kopi Arabika meningkat
05 December 2019 11:56 WIB, 2019
Pemkab Solok upayakan Indikasi Geografis untuk kopi Arabika dan Robusta
22 November 2019 11:16 WIB, 2019
Miliki pasar yang luas, Kabupaten Solok fokus kembangkan Kopi Arabika
18 February 2019 19:23 WIB, 2019
Mengintip pengolahan kopi Arabika Solok dari kebun hingga ke cangkir
17 February 2019 15:57 WIB, 2019
Minat masyarakat Solok Selatan kembangkan Kopi Arabika terus meningkat
20 December 2018 5:47 WIB, 2018
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB