GP Ansor duga bom Medan didalangi ISIS
Rabu, 13 November 2019 13:11 WIB
Polisi berjaga di lokasi ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/pras.
Jakarta, (ANTARA) - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menduga aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu, didalangi oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau ISIS yang ingin balas dendam atas tewasnya pemimpin ISIS Abu Bkar Al Baghdadi.
"Kami menduga aksi teroris ini dilakukan JAD/ISIS. Tujuannya balas dendam atas tewasnya pemimpin mereka, khalifah ISIS, yakni Abu Bkar Al Baghdadi,” kata Ketua Kajian Stretegis PP GP Ansor Mohamad Nuruzzaman dalam keterangannya di Jakarta.
Nuruzzaman menjelaskan dugaan ISIS sebagai dalang pengeboman di Medan didasari oleh fakta bahwa sebenarnya sel jaringan pengikut ISIS tengah mati atau terputus. Komunikasi antarpengikut dilakukan hanya melalui media sosial.
Namun kematian Al Baghdadi diduga memicu amarah para pengikut ISIS, dan kemudian melakukan upaya balas dendam dengan melancarkan aksi bom bunuh diri.
“Sel ISIS sekarang terputus. Namun dari informasi yang kami dapatkan, pelaku bom bunuh diri ini sudah berbaiat mati untuk ISIS, untuk membalas dendam atas kematian Abu Bkar Al Baghdadi," kata Nuruzzaman, yang juga dikenal sebagai pengamat terorisme ini.
GP Ansor mengutuk teror pengeboman di Medan dan menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan tindakan brutal dan tidak beradab.
Nuruzzaman mengatakan GP Ansor mendukung aparat kepolisian untuk membongkar dan menindak tegas para pelaku dan jaringan yang terlibat.
“Kami juga mendesak pemerintah dalam hal ini kementerian yang diberikan tugas khusus menangkal radikalisme untuk serius mencegah paparan radikalisme di masyarakat, terutama di lingkung ASN dan BUMN,” kata dia. (*)
"Kami menduga aksi teroris ini dilakukan JAD/ISIS. Tujuannya balas dendam atas tewasnya pemimpin mereka, khalifah ISIS, yakni Abu Bkar Al Baghdadi,” kata Ketua Kajian Stretegis PP GP Ansor Mohamad Nuruzzaman dalam keterangannya di Jakarta.
Nuruzzaman menjelaskan dugaan ISIS sebagai dalang pengeboman di Medan didasari oleh fakta bahwa sebenarnya sel jaringan pengikut ISIS tengah mati atau terputus. Komunikasi antarpengikut dilakukan hanya melalui media sosial.
Namun kematian Al Baghdadi diduga memicu amarah para pengikut ISIS, dan kemudian melakukan upaya balas dendam dengan melancarkan aksi bom bunuh diri.
“Sel ISIS sekarang terputus. Namun dari informasi yang kami dapatkan, pelaku bom bunuh diri ini sudah berbaiat mati untuk ISIS, untuk membalas dendam atas kematian Abu Bkar Al Baghdadi," kata Nuruzzaman, yang juga dikenal sebagai pengamat terorisme ini.
GP Ansor mengutuk teror pengeboman di Medan dan menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan tindakan brutal dan tidak beradab.
Nuruzzaman mengatakan GP Ansor mendukung aparat kepolisian untuk membongkar dan menindak tegas para pelaku dan jaringan yang terlibat.
“Kami juga mendesak pemerintah dalam hal ini kementerian yang diberikan tugas khusus menangkal radikalisme untuk serius mencegah paparan radikalisme di masyarakat, terutama di lingkung ASN dan BUMN,” kata dia. (*)
Pewarta : Fathur Rochman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KNPI: banyak yang tidak membaca secara utuh Surat Edaran Menteri Agama
25 February 2022 19:15 WIB, 2022
Pasca-pengepungan, Banser diinstruksikan jaga rumah orang tua Mahfud MD di Pamekasan
02 December 2020 9:23 WIB, 2020
Kemensos gandeng Ansor dan GAMKI distribusi bansos bagi warga terdampak COVID-19
06 June 2020 10:00 WIB, 2020
Tak manusiawi, GP Ansor kutuk pelarungan jenazah WNI ABK Kapal China ke laut
07 May 2020 11:09 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB