Stimulus untuk bangkitkan BUMNag bermasalah
Selasa, 6 Agustus 2019 13:47 WIB
Bupati Pasaman, H Yusuf Lubis, SH, MSi, saat menghadir Bursa Inovasi Desa 2019. (Ist)
Lubuksikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, berencana memberikan stimulus bagi Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang bermasalah di daerah itu.
Rencana pemberian stimulus itu berdasarkan hasil kajian dan evaluasi, kata Bupati Pasaman, Yusuf Lubis di Lubuksikaping, Selasa.
Ia mengatakan Pemda tidak akan tinggal diam, sejumlah langkah akan diambil untuk mendorong perkembangan BUMNag ke depan.
"Kita akan berikan dana stimulus, sebagai biaya transpor bagi pengurus," katanya.
Selain itu, kata dia, BUMNag bermasalah juga akan diberikan pembinaan yang lebih komprehensif dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemasaran produk.
Dari hasil evaluasi pihaknya terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) bermasalah dan tidak beroperasi lagi di daerah itu tidak adanya honor bagi pengelola BUMNag adalah salah satu penyebabnya.
"BUMNag yang tidak beroperasi lagi di lebih disebabkan karena tidak adanya honor (penghasilan tetap) bagi para pengelola BUMNag," katanya.
Honor atau penghasilan tetap bagi pengelola BUMNag memang tidak disediakan dalam anggaran.
Sebab, kata dia, honor berasal dari keuntungan usaha yang dijalankan.
"Hal ini yang dikeluhkan oleh banyak pengelola. Sementara disisi lain, BUMNag belum menghasilkan keuntungan dari usaha yang dijalankan," ujarnya.
Bagi BUMNag bermasalah, kata Yusuf, untuk sementara tambahan modal akan ditangguhkan sampai permasalahan di BUMNag tersebut dapat terselesaikan.
"Dari 37 BUMNag di daerah itu, separuhnya bermasalah. Terhadap BUMNag bermasalah itu sudah dilakukan pendampingan oleh nagari dan DPM," katanya.
Rencana pemberian stimulus itu berdasarkan hasil kajian dan evaluasi, kata Bupati Pasaman, Yusuf Lubis di Lubuksikaping, Selasa.
Ia mengatakan Pemda tidak akan tinggal diam, sejumlah langkah akan diambil untuk mendorong perkembangan BUMNag ke depan.
"Kita akan berikan dana stimulus, sebagai biaya transpor bagi pengurus," katanya.
Selain itu, kata dia, BUMNag bermasalah juga akan diberikan pembinaan yang lebih komprehensif dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemasaran produk.
Dari hasil evaluasi pihaknya terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) bermasalah dan tidak beroperasi lagi di daerah itu tidak adanya honor bagi pengelola BUMNag adalah salah satu penyebabnya.
"BUMNag yang tidak beroperasi lagi di lebih disebabkan karena tidak adanya honor (penghasilan tetap) bagi para pengelola BUMNag," katanya.
Honor atau penghasilan tetap bagi pengelola BUMNag memang tidak disediakan dalam anggaran.
Sebab, kata dia, honor berasal dari keuntungan usaha yang dijalankan.
"Hal ini yang dikeluhkan oleh banyak pengelola. Sementara disisi lain, BUMNag belum menghasilkan keuntungan dari usaha yang dijalankan," ujarnya.
Bagi BUMNag bermasalah, kata Yusuf, untuk sementara tambahan modal akan ditangguhkan sampai permasalahan di BUMNag tersebut dapat terselesaikan.
"Dari 37 BUMNag di daerah itu, separuhnya bermasalah. Terhadap BUMNag bermasalah itu sudah dilakukan pendampingan oleh nagari dan DPM," katanya.
Pewarta : Wahyu
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Yuridis Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pemeriksaan tanah untuk sertifikasi aset Pemerintah Nagari Lubuk Layang
13 February 2026 9:43 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok
13 February 2026 9:41 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB