Harga jengkol terenak Rp1.000 per biji
Rabu, 26 Juni 2019 17:21 WIB
Amirudin memanjat pohon jengkol varietas Lokan untuk memetik buahnya. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)
Painan (ANTARA) - Jengkol varietas Bareh dan Lokan asal Kabupaten Pesisir Selatan yang diklaim sebagai jengkol terenak se-Indonesia berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatera Barat dihargai Rp1.000 per biji di tingkat petani sejak dua tahun terakhir.
"Sejak dua tahun terakhir satu karung jengkol yang berisi sekitar 1.500 butir dibeli Rp1,5 juta jadi rata-rata per butir dihargai sekitar Rp1.000," kata pemilik indukan jengkol varietas Bareh dan Lokan, Amirudin (61) di Painan, Selasa.
Padahal, sebelumnya harga kedua varietas jengkol dengan jumlah yang sama hanya dibeli Rp500 ribu per karung sama dengan jengkol pada umumnya.
Kenaikan harga yang signifikan terjadi setelah penelitian dari Balitbu Tropika Aripan Sumatera Barat keluar pada 2018, penelitian itu menyebutkan kedua varietas merupakan jenis jengkol unggul dan enak karena memiliki kadar kapur rendah sehingga pengosumsinya berisiko kecil mengalami sakit perut.
Meski sejak dua tahun terakhir dijual dengan harga mahal namun ia mengaku jengkolnya tetap laris manis bahkan ada yang sudah memesan disaat tanaman jengkolnya baru memasuki fase berbunga.
Kendati demikian dari puluhan tanaman jengkol yang dimilikinya hanya tiga pohon saja yang dinyatakan unggul oleh Balitbu Tropika Aripan Sumatera Barat yang terdiri dari satu batang indukan varietas Lokan dan dua batang indukan varietas Bareh.
"Karena hanya ada tiga batang pohon makanya masyarakat umum dan pedagang pengumpul berebut agar bisa membeli buah jengkol milik kami ini," imbuhnya.
Sejak penelitian keluar dirinya mengaku telah memulai mengembangkan anakan dari kedua tanaman unggul tersebut secara mandiri dan masyarakat juga antusias untuk membeli bibitnya.
Hanya saja ia mengaku sejak tanaman jengkolnya populer ia dibutuhkan pengawasan ekstra mulai dari upaya memastikan agar tetap hidup hingga memastikan buahnya tidak dicuri.
"Semestinya dalam dua atau tiga pekan ke depan buah dari ketiga pohon jengkol sudah bisa dipanen dengan perkiraan satu pohon menghasilkan tiga karung buah namun karena dicuri hanya tersisa untuk konsumsi kami sekeluarga," ujarnya.
Ketiga tanaman jengkol milik Amirudin tumbuh di perbukitan di Kampung Gunung Pungguk, Nagari Tanah Bakali Air Pura, lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan lintas sumatera ruas Padang-Bengkulu.
"Sejak dua tahun terakhir satu karung jengkol yang berisi sekitar 1.500 butir dibeli Rp1,5 juta jadi rata-rata per butir dihargai sekitar Rp1.000," kata pemilik indukan jengkol varietas Bareh dan Lokan, Amirudin (61) di Painan, Selasa.
Padahal, sebelumnya harga kedua varietas jengkol dengan jumlah yang sama hanya dibeli Rp500 ribu per karung sama dengan jengkol pada umumnya.
Kenaikan harga yang signifikan terjadi setelah penelitian dari Balitbu Tropika Aripan Sumatera Barat keluar pada 2018, penelitian itu menyebutkan kedua varietas merupakan jenis jengkol unggul dan enak karena memiliki kadar kapur rendah sehingga pengosumsinya berisiko kecil mengalami sakit perut.
Meski sejak dua tahun terakhir dijual dengan harga mahal namun ia mengaku jengkolnya tetap laris manis bahkan ada yang sudah memesan disaat tanaman jengkolnya baru memasuki fase berbunga.
Kendati demikian dari puluhan tanaman jengkol yang dimilikinya hanya tiga pohon saja yang dinyatakan unggul oleh Balitbu Tropika Aripan Sumatera Barat yang terdiri dari satu batang indukan varietas Lokan dan dua batang indukan varietas Bareh.
"Karena hanya ada tiga batang pohon makanya masyarakat umum dan pedagang pengumpul berebut agar bisa membeli buah jengkol milik kami ini," imbuhnya.
Sejak penelitian keluar dirinya mengaku telah memulai mengembangkan anakan dari kedua tanaman unggul tersebut secara mandiri dan masyarakat juga antusias untuk membeli bibitnya.
Hanya saja ia mengaku sejak tanaman jengkolnya populer ia dibutuhkan pengawasan ekstra mulai dari upaya memastikan agar tetap hidup hingga memastikan buahnya tidak dicuri.
"Semestinya dalam dua atau tiga pekan ke depan buah dari ketiga pohon jengkol sudah bisa dipanen dengan perkiraan satu pohon menghasilkan tiga karung buah namun karena dicuri hanya tersisa untuk konsumsi kami sekeluarga," ujarnya.
Ketiga tanaman jengkol milik Amirudin tumbuh di perbukitan di Kampung Gunung Pungguk, Nagari Tanah Bakali Air Pura, lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan lintas sumatera ruas Padang-Bengkulu.
Pewarta : Didi Someldi Putra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanah Datar siapkan 2.000 hektare lahan kembangkan bawang merah, cabai, dan jengkol
05 October 2021 10:12 WIB, 2021
Inflasi Sumbar Mei 2021 0,19 persen, tiket pesawat dan jengkol jadi penyumbangnya
02 June 2021 14:34 WIB, 2021
Jengkol penyumbang inflasi, petai pemicu deflasi di Sumbar April 2021, berdasarkan catatan BPS
03 May 2021 16:09 WIB, 2021
Rekreasi dan jengkol jadi penyumbang inflasi di Sumbar pada awal 2021
01 February 2021 17:50 WIB, 2021
Pesisir Selatan kembangkan 2.000 batang bibit jengkol terenak se-Indonesia
19 September 2019 9:52 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB