NBA berencana perbanyak wasit perempuan pimpin pertandingan
Jumat, 10 Mei 2019 8:57 WIB
Komisioner NBA, Adam Silver. (reuters)
Jakarta, (ANTARA) - Komisioner NBA Adam Silver mengungkapkan rencana memperbanyak jumlah wasit perempuan yang memimpin pertandingan dalam kompetisi bola basket paling bergengsi sejagad itu.
Langkah paling dekat adalah dengan memastikan rasio 50:50 antara laki-laki dan perempuan ketika merekrut wasit baru.
"Ini menjadi wilayah yang sejujurnya saya sadar tapi tak paham mengapa masih begitu didominasi oleh para pria untuk waktu yang sangat lama," kata Silverd dalam forum The Economic Club of Washington DC pada Kamis setempat, demikian dilansir ESPN mengutip Associated Press.
Padahal, menurut Silver wilayah kerja wasit tidak memiliki prasyarat fisik yang membuat laki-laki lebih wajar menjalaninya ketimbang perempuan.
"Tujuan saya, di waktu mendatang, wasit baru yang memasuki liga ini sebaiknya dengan rasio 50:50," ujarnya.
Di liga pengembangan NBA, G League, dua dari lima wasit baru yang direkrut adalah perempuan. Pun demikian dengan tambahan tersebut, jumlah wasit perempuan di G League masih cuma tiga orang.
Lebih lanjut, Silver bahkan berharap bahwa kehadiran perempuan bukan cuma di area wasit tetapi juga di sektor pelatih kepala.
"Demikian juga untuk pelatih kepala, kami punya program untuk itu juga. Saya pikir tidak ada alasan mengapa perempuan tak boleh melatih tim bola basket laki-laki," pungkasnya.
Hingga saat ini memang belum ada pelatih kepala perempuan menangani tim NBA.
Di jajaran asisten pelatih terdapat Becky Hammon di San Antonio Spurs dan Kristi Toliver di Washington Wizards, kendati ia juga masih aktif bermain untuk tim WNBA Washington Mystics.
Sedangkan di jajaran manajemen, terdapat nama Kelly Krauskopf yang jadi Asisten General Manager Indiana Pacers. (*)
Langkah paling dekat adalah dengan memastikan rasio 50:50 antara laki-laki dan perempuan ketika merekrut wasit baru.
"Ini menjadi wilayah yang sejujurnya saya sadar tapi tak paham mengapa masih begitu didominasi oleh para pria untuk waktu yang sangat lama," kata Silverd dalam forum The Economic Club of Washington DC pada Kamis setempat, demikian dilansir ESPN mengutip Associated Press.
Padahal, menurut Silver wilayah kerja wasit tidak memiliki prasyarat fisik yang membuat laki-laki lebih wajar menjalaninya ketimbang perempuan.
"Tujuan saya, di waktu mendatang, wasit baru yang memasuki liga ini sebaiknya dengan rasio 50:50," ujarnya.
Di liga pengembangan NBA, G League, dua dari lima wasit baru yang direkrut adalah perempuan. Pun demikian dengan tambahan tersebut, jumlah wasit perempuan di G League masih cuma tiga orang.
Lebih lanjut, Silver bahkan berharap bahwa kehadiran perempuan bukan cuma di area wasit tetapi juga di sektor pelatih kepala.
"Demikian juga untuk pelatih kepala, kami punya program untuk itu juga. Saya pikir tidak ada alasan mengapa perempuan tak boleh melatih tim bola basket laki-laki," pungkasnya.
Hingga saat ini memang belum ada pelatih kepala perempuan menangani tim NBA.
Di jajaran asisten pelatih terdapat Becky Hammon di San Antonio Spurs dan Kristi Toliver di Washington Wizards, kendati ia juga masih aktif bermain untuk tim WNBA Washington Mystics.
Sedangkan di jajaran manajemen, terdapat nama Kelly Krauskopf yang jadi Asisten General Manager Indiana Pacers. (*)
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SPIE Award 2023 ditutup; dari 620 inovasi, 16 raih platinum, 47 gold, dan empat silver
01 March 2024 20:52 WIB, 2024
Studi temukan teknik baru efektif cegah gigi berlubang pada anak hingga 80 persen
22 February 2023 6:51 WIB, 2023
Soundwave kisahkan perjalanan bermusik mereka lewat lagu bertajuk"Silver & Gold"
14 April 2022 9:21 WIB, 2022
Restart NBA musim 2019/20 bisa gagal jika penyebaran COVID-19 meningkat, ini skenarionya
10 July 2020 6:17 WIB, 2020
Hanya akan diikuti 22 tim, NBA di ambang kesepakatan rampungkan musim 2019/2020
04 June 2020 5:59 WIB, 2020