Padang (ANTARA) - Eksistensi manusia silver di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat makin terlihat dengan terus bertambahnya jumlah orang yang menghias dirinya dengan cat putih berwarna silver di beberapa titik lampu merah di daerah setempat.
Seorang manusia silver Rohid (20) di perempatan lampu merah depan Hotel Grand Zuri Padang, Kamis (08/04) menyatakan menjadi manusia silver salah satu cara yang populer di jalanan untuk mendapatkan uang dengan cara memberi hormat secara sopan dengan tampilan fisik beda.
"Dengan penampilan yang unik, saya berharap pengguna jalan bisa menyisihkan uangnya sebagai bentuk kepedulian dan kreasi yang saya lakukan," ujar Rohid, yang mengaku mendapatkan uang berkisar Rp 50 hingga Rp100 ribu perhari.
Ide sebagai manusia silver yang melumuri sekujur tubuhnya dengan cat berwarna perak dan berpose layaknya patung itu didapatnya setelah menonton youtube yang menyiarkan aktivitas anak jalanan mendapatkan uang di kota besar.
Menurut Rohid, menjadi manusia silver beresiko terkena penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan iritasi kulit akibat cat warna silver dicampur dengan minyak goreng yang digunakan untuk mewarnai tubuh.
"Paling ya gatal gini doang, sama bentol-bentol. Sudah biasa seperti ini" jelas.
Dalam beroperasi untuk menggugah pengguna jalan memberikan uang, mereka menadahkan keranjang, topi petani, atau apa pun sebagai tempat orang-orang memberi apresiasi.
Selain resiko terhadap kulit, berprofesi sebagai manusia silver juga terancam terkena razia setiap saat oleh petugas Satpol PP.
Manusia silver yang terjaring razia oleh Satpol PP akan didata dan diberi pembinaan. Setelah didata dan diberi pengarahan serta diproses oleh Satpol PP diserahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut.
Meski pernah terjaring razia, Rohid tidak kapok menjadi manusia silver. "Pekerjaan ini tetap saya lakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup," jelas Rohid.