Even Mendunia, Pacu Jawi Harus Dilestarikan
Minggu, 24 Maret 2019 15:00 WIB
Wisawatan Jepang mencoba menjadi Joki Pacu Jawi di Cubadak, Tanah Datar, Sumbar, Sabtu (10/03). Pacu Jawi merupakan salah satu pariwisata andalan Kabupaten Tanah Datar untuk mengundang wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang berkunjung. ANTARA SUMBAR/Adi Prima/Maril/18
Batusangkar (ANTARA) - Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma mengatakan alek pacu jawi sebagai tradisi yang telah dikenal dunia melalui beragam lomba dan media sosial harus dijaga kelestariannya agar tidak punah.
"Pacu jawi adalah even anak nagari kita yang sudah mendunia. Ini terbukti dengan banyaknya para pencinta fotograpy baik dalam dan luar negeri datang mengabadikan momen tersebut. Jangan sampai even ini punah," katanya di Batusangkar, Minggu.
Pacu jawi merupakan "alek" atau perayaan anak nagari di Kabupaten Tanah Datar yang diadakan setelah panen padi selesai. Saat ini alek pacu jawi di daerah itu digelar di empat kecamatan, yaitu Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Kecamatan Sungai Tarab.
Perayaan itu sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi warisan dari nenek moyang yang perlu di lestarikan.
Menurutnya selain melestarikan tradisi, banyak nilai luhur yang terkandung dalam alek tersebut, seperti menjalin tali silaturahim sesama masyarakat serta nilai adat dan budaya seperti membawa makanan dengan talam.
Selain itu menurutnya, Iven pacu jawi juga meningkatkan disektor perekonomian, terutama bagi pemilik sapi hingga membuat harga sapi itu naik hingga mencapai Rp.50 juta per ekor.
"Serta juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berjualan disekitaran arena pacu jawi tersebut," ujarnya.
Alek juga mengatakan pacu jawi termasuk salah satu andalan di sektor pariwisata pemerintahan Tanah Datar untuk menarik pengunjung datang kedaerah itu.***
"Pacu jawi adalah even anak nagari kita yang sudah mendunia. Ini terbukti dengan banyaknya para pencinta fotograpy baik dalam dan luar negeri datang mengabadikan momen tersebut. Jangan sampai even ini punah," katanya di Batusangkar, Minggu.
Pacu jawi merupakan "alek" atau perayaan anak nagari di Kabupaten Tanah Datar yang diadakan setelah panen padi selesai. Saat ini alek pacu jawi di daerah itu digelar di empat kecamatan, yaitu Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Kecamatan Sungai Tarab.
Perayaan itu sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi warisan dari nenek moyang yang perlu di lestarikan.
Menurutnya selain melestarikan tradisi, banyak nilai luhur yang terkandung dalam alek tersebut, seperti menjalin tali silaturahim sesama masyarakat serta nilai adat dan budaya seperti membawa makanan dengan talam.
Selain itu menurutnya, Iven pacu jawi juga meningkatkan disektor perekonomian, terutama bagi pemilik sapi hingga membuat harga sapi itu naik hingga mencapai Rp.50 juta per ekor.
"Serta juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berjualan disekitaran arena pacu jawi tersebut," ujarnya.
Alek juga mengatakan pacu jawi termasuk salah satu andalan di sektor pariwisata pemerintahan Tanah Datar untuk menarik pengunjung datang kedaerah itu.***
Pewarta : Etri Saputra
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pacu Jawi tradisi perekat persatuan dan daya tarik wisata di Tanah Datar
14 June 2025 19:52 WIB, 2025
17 delegasi seminar international Minangkabau literacy festival 2 saksikan pacu jawi
11 May 2024 18:06 WIB, 2024
Event anak nagari "Pacu Jawi" promosikan adat dan budaya serta tingkatkan ekonomi
01 August 2023 14:51 WIB, 2023
Legislator dukung Pacu Jawi di Luak Limopuluah jadi warisan budaya tak benda Indonesia
18 October 2021 19:47 WIB, 2021
Tanah Datar cabut izin event pacu jawi karena diduga langgar protokol kesehatan
15 March 2021 20:34 WIB, 2021