Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 1.942 siswa sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 22-25 April 2019.

     "Peserta UNBK terdiri dari siswa SMP 1.076 orang dari 13 sekolah serta Madrasah Tsanawiyah (MTs) 866 orang dari 11 sekolah," kata Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Solok Selatan, Rafendi Yuzuar di Padang Aro, Senin.

     Dia mengatakan, terkait persiapan UNBK ini para siswa SMP sudah melakukan dua kali simulasi supaya saat ujian tidak ada kendala.

     Terkait ketersediaan listrik pihaknya sudah menyurati Perusahaan Listrik Negara (PLN) supaya saat UNBK tidak ada pemadaman.

     "Kami juga menyurati Telkom supaya jaringan internet saat ujian tidak bermasalah," ujarnya.

     Dia menjelaskan, ada beberapa sekolah yang akan menumpang di sekolah lain untuk melaksanakan UNBK karena belum tersedia perangkat komputer maupun belum ada jaringan.

     "Ada juga sekolah yang belum lengkap komputernya atau tidak ada jaringan melaksanakan UNBK dengan menumpang ke sekolah lain," ujarnya.

     Dia menyebutkan siswa yang belum bisa UNBK maka dilaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan jumlahnya masih cukup banyak yaitu 995 orang yang terdiri dari SMP 828 siswa dan MTs 169 siswa.

     Bagi sekolah yang jumlah siswanya tidak sampai 20 orang maka dalam pelaksanaan UNKP akan bergabung ke sekolah lain.

     Sebagai contoh katanya, siswa SMPN 31 Solok Selatan dimana siswa yang akan ikut ujian hanya satu orang maka akan bergabung di sekolah lain yang junlahnya mencukupi.

     Sebelumnya Kepala SMKN 1 Solok Selatan Efrizol mengatakan ada beberapa sekolah yang akan melakukan UNBK di SMKN 1 Solok Selatan di antaranya SMP Negeri 27 Bulantiak, SMP Negeri 33 Bangka dan MTs Negeri 3 Solok Selatan.

     Pihaknya juga sudah melakukan antisipasi terhadap berbagai kendala saat melaksakan UNBK seperti keterbatasan komputer, jaringan bermasalah serta pemadaman listrik.

     "Kami bekerja sama dengan PLN dengan menyiagakan genset untuk antisipasi jaringan listik padam serta mempersiapan perangkat laptop milik siswa dan guru untuk cadangan perangkat computer yang dimiliki sekolah apabila rusak saat pelaksanaan nantinya", katanya. (*)