Dua korban tsunami masih dirawat di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung
Senin, 7 Januari 2019 7:24 WIB
Korban terdampak tsunami Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Antara)
Bandarlampung, (Antaranews Sumbar) - Dua korban terdampak tsunami Selat Sunda dari Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih mendapatkan perawatan di RSUD Dr H Abdul Moeloek (AM) Bandarlampung.
Hingga Senin ini, Lita (11) dan Madsari (55), dua warga korban tsunami Selat Sunda masih dirawat di RSUD AM Bandarlampung.
Lita adalah gadis kecil berusia 11 tahun yang tinggal di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, salah satu korban selamat dari gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018.
Meski selamat, Lita harus dirujuk ke RSUD AM Bandarlampung untuk menjalani operasi craniotomi (bagian kepala). Sebelumnya, Lita juga sempat mendapatkan perawatan selama dua hari di RSUD Bob Bazar di Kalianda, Lampung Selatan.
Sedangkan Madsari (55), salah satu warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa juga merupakan korban tsunami yang selamat dan masih dirawat di RSUD AM Bandarlampung.
Pada saat kejadian, Madsari mengaku sudah berusaha untuk menyelamatkan diri saat gelombang tsunami menghempas rumahnya. Namun, saat ingin keluar rumah, kakinya tertimpa reruntuhan bangunan.
Akibat kejadian itu, kakinya mengalami luka parah, sehingga harus diamputasi. Selain itu, ia juga kehilangan rumah dan harta benda akibat dihempas gelombang tsunami Selat Sunda.
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan (Lamsel) Winarni Nanang Ermanto bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Lamsel Siti Fatimah Fredy beserta pengurus mengunjungi keduanya di RSUD AM Bandarlampung, Minggu (6/1).
Saat menjenguk keduanya, Winarni Nanang Ermanto memberikan semangat kepada keluarga korban, baik Lita maupun Madsari.
Selain melihat keadaan dan perkembangan kesehatan kedua korban, Winarni beserta rombongan juga memberikan bantuan berupa tali asih dan perlengkapan lainnya seperti pakaian, selimut, dan makanan.
"Ibu beserta keluarga yang sabar ya, musibah ini ujian dari Allah SWT. Semoga dari ujian ini, Allah memberikan yang terbaik bagi keluarga, dan semoga Lita segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali lagi ke sekolah," ujar Winarni kepada keluarga Lita.
Winarni juga selalu mendoakan agar semua korban segera diberikan kesehatan dan bisa kembali lagi berkumpul bersama dengan keluarga.
"Kita berdoa bersama-sama agar Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kita semua warga masyarakat Lampung Selatan," kata Winarni pula. (*)
Hingga Senin ini, Lita (11) dan Madsari (55), dua warga korban tsunami Selat Sunda masih dirawat di RSUD AM Bandarlampung.
Lita adalah gadis kecil berusia 11 tahun yang tinggal di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, salah satu korban selamat dari gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018.
Meski selamat, Lita harus dirujuk ke RSUD AM Bandarlampung untuk menjalani operasi craniotomi (bagian kepala). Sebelumnya, Lita juga sempat mendapatkan perawatan selama dua hari di RSUD Bob Bazar di Kalianda, Lampung Selatan.
Sedangkan Madsari (55), salah satu warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa juga merupakan korban tsunami yang selamat dan masih dirawat di RSUD AM Bandarlampung.
Pada saat kejadian, Madsari mengaku sudah berusaha untuk menyelamatkan diri saat gelombang tsunami menghempas rumahnya. Namun, saat ingin keluar rumah, kakinya tertimpa reruntuhan bangunan.
Akibat kejadian itu, kakinya mengalami luka parah, sehingga harus diamputasi. Selain itu, ia juga kehilangan rumah dan harta benda akibat dihempas gelombang tsunami Selat Sunda.
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan (Lamsel) Winarni Nanang Ermanto bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Lamsel Siti Fatimah Fredy beserta pengurus mengunjungi keduanya di RSUD AM Bandarlampung, Minggu (6/1).
Saat menjenguk keduanya, Winarni Nanang Ermanto memberikan semangat kepada keluarga korban, baik Lita maupun Madsari.
Selain melihat keadaan dan perkembangan kesehatan kedua korban, Winarni beserta rombongan juga memberikan bantuan berupa tali asih dan perlengkapan lainnya seperti pakaian, selimut, dan makanan.
"Ibu beserta keluarga yang sabar ya, musibah ini ujian dari Allah SWT. Semoga dari ujian ini, Allah memberikan yang terbaik bagi keluarga, dan semoga Lita segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali lagi ke sekolah," ujar Winarni kepada keluarga Lita.
Winarni juga selalu mendoakan agar semua korban segera diberikan kesehatan dan bisa kembali lagi berkumpul bersama dengan keluarga.
"Kita berdoa bersama-sama agar Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kita semua warga masyarakat Lampung Selatan," kata Winarni pula. (*)
Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan ribu warga Padang ikuti simulasi tsunami skenario Megathrust (Video)
05 November 2025 14:06 WIB
Persiapan simulasi, 921 peserta ikuti Workshop menghadapi gempa bumi berpotensi tsunami di Kota Padang
21 October 2025 16:59 WIB
Tingkatkan kesiapsiagaan hadapi potensi bencana, Pemko Padang akan gelar Drill Tsunami
16 October 2025 12:00 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB