Pengungsi anak dan lanjut usia perlu multivitamin dan mineral
Selasa, 25 Desember 2018 18:08 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pengungsi Gunung Agung terlibat dalam dapur umum untuk mengisi waktu mereka selama di penampungan di Desa Manggis, Karangasem, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wdy/2017)
Jakarta (Antaranews Sumbar) - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Ari F Syam, meminta agar pengungsi tsunami Selat Sunda, khususnya anak-anak dan lansia diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral.
"Hal ini karena keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari, sehingga anak-anak dan orang tua perlu mendapatkan suplemen tambahan," ujar Ari di Jakarta, Selasa.
Dia juga meminta agar para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yang cukup selama berada di pengungsian.
Hal itu juga membuat mereka tenang karena kebutuhan hidup dasarnya dipenuhi. Pengadaan sembako pada lokasi pengungsian dengan jumlah besar harus dikawal oleh Polisi.
"Dapur-dapur umum yang tersedia selalu mendapat bahan makanan dan air bersih yang memadai untuk masak dan minum. Selain itu, usahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan segar," jelas dia lagi.
Ari juga meminta agar kondisi tempat pengungsian di buat senyaman mungkin. Adanya alas tidur yang memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak tetap terlindungi terutama dari angin malam.
"Kebersihan lingkungan pengungsian selalu terjaga dengan tersedianya tempat-tempat sampah di sekitar lokasi pengungsian. Termasuk bangkai binatang harus dikubur untuk menjaga lingkungan pengungsian tetap sehat," tutur dia
Sarana mandi cuci kakus (MCK) yang memadai dengan persediaan air yang cukup tentu juga tersedianya sabun dan peralatan mandi.
Bagi anak-anak perlu upaya untuk melakukan penyembuhan trauma dengan pengadaan buku-buku bacaan, mainan anak-anak dan kelompok-kelompok bermain untuk anak-anak.
"Untuk pasien usia lanjut perlu adanya kegiatan seperti alat sulam, melakukan aktifitas pengajian bersama-sama dan lainnya yang membuat para orang usia lanjut ini tetap selalu berpikir," imbuh dia. (*)
"Hal ini karena keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari, sehingga anak-anak dan orang tua perlu mendapatkan suplemen tambahan," ujar Ari di Jakarta, Selasa.
Dia juga meminta agar para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yang cukup selama berada di pengungsian.
Hal itu juga membuat mereka tenang karena kebutuhan hidup dasarnya dipenuhi. Pengadaan sembako pada lokasi pengungsian dengan jumlah besar harus dikawal oleh Polisi.
"Dapur-dapur umum yang tersedia selalu mendapat bahan makanan dan air bersih yang memadai untuk masak dan minum. Selain itu, usahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan segar," jelas dia lagi.
Ari juga meminta agar kondisi tempat pengungsian di buat senyaman mungkin. Adanya alas tidur yang memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak tetap terlindungi terutama dari angin malam.
"Kebersihan lingkungan pengungsian selalu terjaga dengan tersedianya tempat-tempat sampah di sekitar lokasi pengungsian. Termasuk bangkai binatang harus dikubur untuk menjaga lingkungan pengungsian tetap sehat," tutur dia
Sarana mandi cuci kakus (MCK) yang memadai dengan persediaan air yang cukup tentu juga tersedianya sabun dan peralatan mandi.
Bagi anak-anak perlu upaya untuk melakukan penyembuhan trauma dengan pengadaan buku-buku bacaan, mainan anak-anak dan kelompok-kelompok bermain untuk anak-anak.
"Untuk pasien usia lanjut perlu adanya kegiatan seperti alat sulam, melakukan aktifitas pengajian bersama-sama dan lainnya yang membuat para orang usia lanjut ini tetap selalu berpikir," imbuh dia. (*)
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga gejala utama diabetes yang perlu diwaspadai dan begini cara mengatasinya
08 November 2022 8:51 WIB, 2022
Tambahan suplemen penting dikonsumsi penyintas COVID-19 saat puasa Ramadhan
07 April 2022 9:06 WIB, 2022
Ternyata tidak baik memberikan suplemen pada anak saat tidak nafsu makan, ini alasannya
24 January 2018 17:36 WIB, 2018
Kata Novel Baswedan, Penyerangan Terhadap Dirinya Menjadi Suplemen untuk Makin Berani
16 August 2017 10:15 WIB, 2017