Miniatur rumah gadang dan sepeda kayu cendera mata TdS Kota Solok
Jumat, 9 November 2018 16:21 WIB
Miniatur rumah gadang. (ANTARA SUMBAR/Arif Pribadi/11)
Solok, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat memberikan miniatur rumah gadang dan sepeda terbuat dari kayu dengan warna keemasan yang merupakan ikon daerah itu sebagai cendera mata bagi pebalap di ajang Tour de Singkarak (TdS) 2018.
"Cendera mata itu disiapkan sebagai cara promosi dan perkenalan dari daerah ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Elvi Basri di Solok, Jumat.
Ia mengatakan sengaja dibuat dalam bentuk miniatur agar lebih bernilai apalagi bila dijadikan pajangan di dalam ruangan. Miniatur rumah gadang tanda bahwa peserta dari daerah Minang, Sumatera Barat dan miniatur sepeda sebagai tanda balap sepda TdS 2018.
"Miniatur ini dibuat oleh Industri Kecil Menengah (IKM) daerah ini sebagai bentuk apresiasi kedatangan pebalap sepeda dan tamu lainnya ke Kota Solok," katanya.
Selain itu dalam cendera mata juga ada buku profil Kota Solok dan buku destinasi wisata yang ada di daerah setempat seperti Pulau Belibis dan lainya.
Ia berharap peserta TdS dan tamu yang datang ingat, mengetahui dan mau berkunjung ke objek-objek wisata di Kota Solok pada masa yang akan datang.
Nantinya, pada tahun yang akan datang Kota Solok diharapkan juga dapat menjadi "grand start" TdS atapun grand finish yang pesertanya bisa lebih lama di Kota Solok.
"Pada 2019, hotel baru yang ada di kelurahan Pasar Pandan Aia mati diharapkan siap untuk menampung peserta TdS yang akan datang," katanya.
Untuk tahun ini, peserta TdS sebagian masih menginap di Hotel Emersia Batu Sangkar, dan sebagian di Solok di Hotel Ceredek dan Mami Hotel.
Ia mengemukakan ajang balap sepeda internasional tersebut juga akan dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat promosi wisata halal Sumbar.
"Persiapannya dilakukan sesegera mungkin bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM serta hotel-hotel agar mendukung menyediakan produk dan makanan halal khas daerah bagi tamu," katanya.
Kemudian di hotel-hotel diarahkan agar menghidangkan sajian khas daerah sebagai langkah menghidupkan dan mempromosikan masakan tradisional ke mancanegara.
Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta pemerintah kota dan kabupaten memanfaatkan TdS untuk memperkuat identitas wisata halal.
"Terutama dalam menyajikan kebudayaan atau kuliner harus sesuai indikator halal dan para penampil pertunjukan seni berpakaian sopan," katanya.
Selain itu setiap daerah juga diarahkan agar memunculkan potensi pariwisata yang ada di wilayah masing-masing misalnya lewat baliho yang dipasang di jalan-jalan yang dilalui pebalap dan rombongan. (*)
"Cendera mata itu disiapkan sebagai cara promosi dan perkenalan dari daerah ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Elvi Basri di Solok, Jumat.
Ia mengatakan sengaja dibuat dalam bentuk miniatur agar lebih bernilai apalagi bila dijadikan pajangan di dalam ruangan. Miniatur rumah gadang tanda bahwa peserta dari daerah Minang, Sumatera Barat dan miniatur sepeda sebagai tanda balap sepda TdS 2018.
"Miniatur ini dibuat oleh Industri Kecil Menengah (IKM) daerah ini sebagai bentuk apresiasi kedatangan pebalap sepeda dan tamu lainnya ke Kota Solok," katanya.
Selain itu dalam cendera mata juga ada buku profil Kota Solok dan buku destinasi wisata yang ada di daerah setempat seperti Pulau Belibis dan lainya.
Ia berharap peserta TdS dan tamu yang datang ingat, mengetahui dan mau berkunjung ke objek-objek wisata di Kota Solok pada masa yang akan datang.
Nantinya, pada tahun yang akan datang Kota Solok diharapkan juga dapat menjadi "grand start" TdS atapun grand finish yang pesertanya bisa lebih lama di Kota Solok.
"Pada 2019, hotel baru yang ada di kelurahan Pasar Pandan Aia mati diharapkan siap untuk menampung peserta TdS yang akan datang," katanya.
Untuk tahun ini, peserta TdS sebagian masih menginap di Hotel Emersia Batu Sangkar, dan sebagian di Solok di Hotel Ceredek dan Mami Hotel.
Ia mengemukakan ajang balap sepeda internasional tersebut juga akan dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat promosi wisata halal Sumbar.
"Persiapannya dilakukan sesegera mungkin bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM serta hotel-hotel agar mendukung menyediakan produk dan makanan halal khas daerah bagi tamu," katanya.
Kemudian di hotel-hotel diarahkan agar menghidangkan sajian khas daerah sebagai langkah menghidupkan dan mempromosikan masakan tradisional ke mancanegara.
Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta pemerintah kota dan kabupaten memanfaatkan TdS untuk memperkuat identitas wisata halal.
"Terutama dalam menyajikan kebudayaan atau kuliner harus sesuai indikator halal dan para penampil pertunjukan seni berpakaian sopan," katanya.
Selain itu setiap daerah juga diarahkan agar memunculkan potensi pariwisata yang ada di wilayah masing-masing misalnya lewat baliho yang dipasang di jalan-jalan yang dilalui pebalap dan rombongan. (*)
Pewarta : Tri Asmaini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semen Padang raih SME SNI ISO 50001:2018 karena terapkan manajemen energi yang baik
28 December 2023 17:36 WIB, 2023
Penyidik Kejari Pasbar serahkan tersangka beserta barang bukti Tipikor dan TPPU perkara RSUD 2018-2020 ke penuntut umum
04 October 2023 5:00 WIB, 2023
Wako-Wawako Pariaman sampaikan nota penjelasan LKPD terakhir periode kepemimpinan 2018-2023
23 May 2023 10:50 WIB, 2023
Kasus suap RAPBD Jambi, Mantan Wakil Bupati Muarojambi diperiksa KPK
21 September 2022 12:48 WIB, 2022
Jadi buronan sejak 2018, perampok bersenjata api di OKU Timur dibekuk tanpa perlawanan
01 April 2022 7:14 WIB, 2022
Polres Solok tangkap ayah bejat yang cabuli dua anak tiri puluhan kali sejak 2018
14 January 2022 16:01 WIB, 2022
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Wahana permainan mulai dibangun di objek wisata Pariaman semarakkan Piaman Barayo
28 February 2026 15:56 WIB