22 titik panas terpantau di Sumatera
Senin, 10 September 2018 11:17 WIB
BMKG
Banda Aceh, (Antarasumbar) - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang menyebutkan, pantauan satelit telah menemukan 22 titik panas pada tiga provinsi di wilayah Sumatera.
"Pagi ini, satelit tidak temukan titik panas (hot spot) di Aceh. Tapi di tiga provinsi," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Senin.
Ia menjelaskan, ketiga provinsi di pulau terbesar ketiga di Indonesia tersebut, yakni Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.
Ke-22 titik panas ini, lanjutnya, terdapat 11 titik diantaranya dinyatakan sebagai titik api karena memiliki angka tingkat kepercayaan di atas 81 persen dengan wilayah penyebaran di tiga provinsi, tapi paling banyak ada di Lampung.
Sedangkan, empat titik panas diantaranya, menunjukkan patut diduga sebagai titik api akibat memiliki tingkat kepercayaan melebihi 71 persen, dan sisanya tujuh titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah.
"Walau pagi ini tidak terpantau titik panas di Aceh, namun bukan berarti aman. Sebab, wilayah Tengah paling rawan kebakaran," tegas Zakaria.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, seluas 347,12 hektare hutan dan lahan, terutama gambut kering dalam kondisi hangus terbakar selama dua bulan terakhir ini di Aceh.
"Total lahan terbakar periode Juni dan Juli 2018 tercatat 347,12 hektare di delapan kabupaten," ucap Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek.(*)
"Pagi ini, satelit tidak temukan titik panas (hot spot) di Aceh. Tapi di tiga provinsi," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Senin.
Ia menjelaskan, ketiga provinsi di pulau terbesar ketiga di Indonesia tersebut, yakni Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.
Ke-22 titik panas ini, lanjutnya, terdapat 11 titik diantaranya dinyatakan sebagai titik api karena memiliki angka tingkat kepercayaan di atas 81 persen dengan wilayah penyebaran di tiga provinsi, tapi paling banyak ada di Lampung.
Sedangkan, empat titik panas diantaranya, menunjukkan patut diduga sebagai titik api akibat memiliki tingkat kepercayaan melebihi 71 persen, dan sisanya tujuh titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah.
"Walau pagi ini tidak terpantau titik panas di Aceh, namun bukan berarti aman. Sebab, wilayah Tengah paling rawan kebakaran," tegas Zakaria.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, seluas 347,12 hektare hutan dan lahan, terutama gambut kering dalam kondisi hangus terbakar selama dua bulan terakhir ini di Aceh.
"Total lahan terbakar periode Juni dan Juli 2018 tercatat 347,12 hektare di delapan kabupaten," ucap Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek.(*)
Pewarta : Muhammad Said
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal pertandingan BRI Super Lague Sabtu (21/2/2026), papan bawah kian panas
21 February 2026 13:28 WIB
Prediksi pertandingan BRI Super League pekan ke-13, laga panas Malut United vs Persita
23 November 2025 8:12 WIB
Tim Unand beri edukasi bahaya paparan panas bagi petani gambir di Pesisir Selatan
19 November 2025 21:07 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB