Unand kukuhkan Dekan Farmasi sebagai guru besar
Senin, 20 Agustus 2018 12:46 WIB
Berfoto bersama usai pengukuhan guru besar Farmasi Unand Prof Fatma Sri Wahyuni, di Padang, Senin (20/8). (Antara sumbar)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar mengukuhkan Dekan Fakultas Farmasi Prof Fatma Sri Wahyuni sebagai guru besar pada rapat Majelis Guru Besar, di Padang, Senin.
Dilansir dari informasi humas Unand, Senin Rektor Unand Prof Tafdil Husni mengatakan dengan dikukuhkannya dekan Farmasi tersebut total Unand memiliki 147 guru besar.
Bagi Unand kata dia, ini semakin mengukuhkan peluang sebagai kampus kelas dunia, yang mana saat Ini Unand dari data Kemenristekdikti Unand berada pada klaster satu untuk perguruan tinggi non vokasi di Indonesia.
Pencapaian nomor 10 ini salah satunya karena meningkatnya kualitas penelitian termasuk kualitas guru besarnya.
Pada dasarnya gelar guru besar hanya dapat diraih di perguruan tinggi yang faktor penentunya dinilai layak dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Sementara itu dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Potensi Tetrapeniltoloquinon, Senyawa Hasil Isolasi dari Kulit Kandis sebagai Obat Kanker Paru, Prof Fatma menjelaskan tentang inovasi baru untuk obat penyakit mematikan tidak menular tersebut.
Fokusnya kata dia pengembangan dan efektivitas obat tradisional dalam mencegah dan memberantas penyakit berbahaya.
Dia menyebutkan dari data GLOBOCAN, yang fokus pada penelitian kanker terdapat 1,8 juta kasus dari kanker paru-paru di dunia.
Data ini diambil pada 2012 dan jumlahnya akan meningkat hingga 2025.
Sebagai langkah tentu ahli farmasi bekerja keras untuk menyiapkan obat atau sistem pencegah meluasnya kanker tersebut.
Asam Kandis atau Garcinia cowa Roxb sejatinya memiliki kandungan senyawa aktif dapat menghambat pertumbuhan kanker, terutama pada sisi daunnya.
Pada penelitian ini, dia mengekstrak kemudian mengisolasi senyawa dalam asam kandis yakni Tetrapreniltoluquinon dengan beragam perlakuan.
Dia berharap orasi ini menjadi bahan perkembangan ilmu berikutnya khususnya dalam bidang pengobatan dan farmasi. (*)
Dilansir dari informasi humas Unand, Senin Rektor Unand Prof Tafdil Husni mengatakan dengan dikukuhkannya dekan Farmasi tersebut total Unand memiliki 147 guru besar.
Bagi Unand kata dia, ini semakin mengukuhkan peluang sebagai kampus kelas dunia, yang mana saat Ini Unand dari data Kemenristekdikti Unand berada pada klaster satu untuk perguruan tinggi non vokasi di Indonesia.
Pencapaian nomor 10 ini salah satunya karena meningkatnya kualitas penelitian termasuk kualitas guru besarnya.
Pada dasarnya gelar guru besar hanya dapat diraih di perguruan tinggi yang faktor penentunya dinilai layak dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Sementara itu dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Potensi Tetrapeniltoloquinon, Senyawa Hasil Isolasi dari Kulit Kandis sebagai Obat Kanker Paru, Prof Fatma menjelaskan tentang inovasi baru untuk obat penyakit mematikan tidak menular tersebut.
Fokusnya kata dia pengembangan dan efektivitas obat tradisional dalam mencegah dan memberantas penyakit berbahaya.
Dia menyebutkan dari data GLOBOCAN, yang fokus pada penelitian kanker terdapat 1,8 juta kasus dari kanker paru-paru di dunia.
Data ini diambil pada 2012 dan jumlahnya akan meningkat hingga 2025.
Sebagai langkah tentu ahli farmasi bekerja keras untuk menyiapkan obat atau sistem pencegah meluasnya kanker tersebut.
Asam Kandis atau Garcinia cowa Roxb sejatinya memiliki kandungan senyawa aktif dapat menghambat pertumbuhan kanker, terutama pada sisi daunnya.
Pada penelitian ini, dia mengekstrak kemudian mengisolasi senyawa dalam asam kandis yakni Tetrapreniltoluquinon dengan beragam perlakuan.
Dia berharap orasi ini menjadi bahan perkembangan ilmu berikutnya khususnya dalam bidang pengobatan dan farmasi. (*)
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lahan Sawah Pariaman Jadi Tempat Uji Teknologi Hemat Air Kerja Sama Jepang dan Unand
28 April 2026 15:32 WIB
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Beri kuliah umum di Unsoed, Dirut ANTARA ajak mahasiswa perkuat literasi media
08 May 2026 20:12 WIB
ISI Padangpanjang buktikan kesiapan, UTBK-SNBT 2026 berjalan aman, nyaman dan profesional
24 April 2026 16:40 WIB
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah gelar Focus Group Discussion revisi visi dan misi
20 April 2026 12:01 WIB
Guru besar UIN Raden Fattah: STAI Ar Risalah miliki strategi jitu hadapi globalisasi
17 April 2026 14:15 WIB
Polda Sumatera Barat - Universitas Bung Hatta jalin kerja sama bidang pendidikan
07 March 2026 13:57 WIB