Titik panas di Aceh turun
Selasa, 7 Agustus 2018 18:37 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan.
Banda Aceh, (Antaranews Sumbar) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyatakan, jumlah titik panas terdeteksi oleh satelit menjadi turun, yakni hanya dua titik di wilayah Aceh.
"Sore ini, cuma dua titik panas di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Senin.
Kedua titik panas tersebut, lanjut dia, terkosentrasi di dua kabupaten yang masing-masing di daerah Timur di Aceh yakni Bireuen, dan wilayah Tengah merupakan dataran tinggi di Aceh yakni Bener Meriah.
Titik panas di Bireuen terpantau oleh satelit berada di Kecamatan Pudada dengan tingkat kepercayaan 65 persen, sedangkan di Bener Meriah di Kecamatan Permata dengan tingkat kepercayaan 42 persen.
Dalam dua hari terakhir, yakni Minggu (5/8), dan Senin (6/8), satelit mendeteksi 10 titik panas di lima kabupaten. Sebagian besar titik panas tersebut dalam kategori diduga titik api, dan telah menjadi titik api kebakaran hutan dan lahan di Aceh.
"Kedua titik panas di Aceh ini, belum termasuk kategori patut diduga. Tapi semua pihak terutama di daerah, perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kebakaran lahan, mengingat saat ini puncak kemarau," ujar Zakaria.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengklaim, telah 347,12 hektare jumlah hutan dan lahan terutama gambut kering dalam kondisi hagus terbakar selama dua bulan terakhir di Aceh pada 2018.
"Total lahan terbakar periode Juni - Juli 2018 tercatat sejumlah 347, 12 hektare di delapan kabupaten," kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek. (*)
"Sore ini, cuma dua titik panas di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Senin.
Kedua titik panas tersebut, lanjut dia, terkosentrasi di dua kabupaten yang masing-masing di daerah Timur di Aceh yakni Bireuen, dan wilayah Tengah merupakan dataran tinggi di Aceh yakni Bener Meriah.
Titik panas di Bireuen terpantau oleh satelit berada di Kecamatan Pudada dengan tingkat kepercayaan 65 persen, sedangkan di Bener Meriah di Kecamatan Permata dengan tingkat kepercayaan 42 persen.
Dalam dua hari terakhir, yakni Minggu (5/8), dan Senin (6/8), satelit mendeteksi 10 titik panas di lima kabupaten. Sebagian besar titik panas tersebut dalam kategori diduga titik api, dan telah menjadi titik api kebakaran hutan dan lahan di Aceh.
"Kedua titik panas di Aceh ini, belum termasuk kategori patut diduga. Tapi semua pihak terutama di daerah, perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kebakaran lahan, mengingat saat ini puncak kemarau," ujar Zakaria.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengklaim, telah 347,12 hektare jumlah hutan dan lahan terutama gambut kering dalam kondisi hagus terbakar selama dua bulan terakhir di Aceh pada 2018.
"Total lahan terbakar periode Juni - Juli 2018 tercatat sejumlah 347, 12 hektare di delapan kabupaten," kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek. (*)
Pewarta : Muhammad Said
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal pertandingan BRI Super Lague Sabtu (21/2/2026), papan bawah kian panas
21 February 2026 13:28 WIB
Prediksi pertandingan BRI Super League pekan ke-13, laga panas Malut United vs Persita
23 November 2025 8:12 WIB
Tim Unand beri edukasi bahaya paparan panas bagi petani gambir di Pesisir Selatan
19 November 2025 21:07 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB